Penggunaan Silica Gel Berisiko Rusak Komponen Vital Helm Premium

Penggunaan Silica Gel Berisiko Rusak Komponen Vital Helm Premium

Penggunaan butiran silica gel di dalam helm premium dapat merusak komponen Expanded Polystyrene (EPS) karena menyerap kelembapan yang dibutuhkan material tersebut. Praktik penyimpanan yang salah ini justru menghilangkan fungsi utama helm dalam meredam benturan saat terjadi kecelakaan.

Aditya Wahyu Nugroho, pemilik bengkel spesialis servis helm 1DS Inside, memberikan peringatan mengenai risiko penggunaan bahan penyerap lembap tambahan ini. Dilansir dari Otomotif, material styrofoam di bagian dalam pelindung kepala membutuhkan tingkat kelembapan tertentu agar tetap fleksibel.

"Banyak orang salah kaprah, ketika menyimpan helm di dalam ruangan, dia kasih silica gel. Padahal itu menyerap lembab, sedangkan EPS ini perlu kelembapan," ujar Wahyu, Pemilik 1DS Inside.

Kondisi lingkungan yang terlalu kering akibat silica gel menyebabkan EPS berubah menjadi keras dan getas. Seharusnya, komponen ini memiliki sedikit elastisitas untuk menyerap energi benturan secara efektif tanpa menimbulkan efek pantul yang membahayakan pengguna.

"Kalau dikasih silica gel, EPS jadi keras. Padahal fungsinya meredam, harusnya masih empuk. Sebagai bukti, coba cek, mau beli helm Arai seharga Rp 60 juta atau Stilo seharga Rp 400 juta pun, di dalam dusnya tidak akan ada silica gel. Itu ada alasannya," ucap Wahyu, Pemilik 1DS Inside.

Penurunan kualitas material ini disebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat setelah terpapar efek pengeringan dari silica gel. Wahyu menegaskan bahwa kegagalan fungsi pelindung bisa terjadi hanya dalam hitungan hari sejak penggunaan bahan penyerap tersebut.

"Nggak usah tunggu lima tahun, seminggu saja ditaruh (pakai silica gel), itu helm sudah gagal fungsinya. EPS-nya sudah ketarik banget (kering)," kata Wahyu, Pemilik 1DS Inside.

Penyimpanan helm koleksi di rumah disarankan cukup diletakkan pada area yang sejuk dengan sirkulasi udara yang lancar. Langkah ini dinilai jauh lebih aman untuk menjaga daya tahan serta fleksibilitas interior helm dibandingkan menggunakan zat kimia tambahan.

Artikel terkait

Rekomendasi