Pemerintah Singapura melaporkan bahwa pembangunan infrastruktur kendaraan listrik (EV) telah mencapai lebih dari separuh target nasional dengan total 30.500 titik pengisian daya yang terpasang hingga Maret 2026. Pencapaian ini merupakan bagian dari misi besar negara tersebut untuk menyediakan 60.000 titik pengisian daya pada tahun 2030 mendatang.
Menteri Negara Senior untuk Transportasi Sun Xueling menyampaikan data tersebut dalam sidang parlemen saat merespons pertanyaan Anggota Parlemen Choo Pei Ling mengenai koordinasi antarlembaga dalam penyediaan infrastruktur di perumahan baru. Berdasarkan data yang dilansir dari Money, Singapura menargetkan distribusi 40.000 pengisi daya di tempat parkir umum dan 20.000 di area pribadi.
Sun Xueling menjelaskan bahwa Land Transport Authority (LTA) terus memantau tren adopsi kendaraan listrik yang meningkat pesat. LTA berkolaborasi dengan Energy Market Authority, Housing and Development Board (HDB), serta JTC untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung di berbagai sektor industri dan pemukiman.
“Untuk tempat parkir dengan permintaan tinggi, LTA akan bekerja sama dengan operator pengisi daya EV untuk memasang lebih banyak pengisi daya, jika kapasitas listrik memungkinkan,” kata Sun Xueling, Menteri Negara Senior untuk Transportasi.
Hingga akhir tahun 2027, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan setidaknya satu pusat pengisian daya cepat di setiap kota HDB. Langkah ini diambil seiring dengan data LTA yang menunjukkan kendaraan listrik mendominasi 57,6 persen dari pendaftaran mobil baru pada kuartal I-2026, melonjak signifikan dari 45 persen sepanjang tahun 2025.
Menanggapi kekhawatiran warga di kawasan perumahan baru seperti Tengah, Sun menyebutkan bahwa saat ini telah tersedia dua tempat parkir bertingkat dengan fasilitas pengisian daya. Anak perusahaan LTA, EV-Electric Charging (EVe), sedang memproses pemasangan di delapan lokasi tambahan di lingkungan tersebut.
“Kami telah mempertimbangkan masukan dari warga Tengah dan sedang memperbaiki proses untuk perumahan BTO (Build-to-Order) baru,” kata Sun Xueling, Menteri Negara Senior untuk Transportasi.
Sistem baru akan diterapkan mulai pada proyek BTO yang rampung bulan lalu, di mana EVe dan HDB akan memulai instalasi pengisi daya sejak tahap serah terima kunci kepada penghuni.
“Ini akan memungkinkan warga yang pindah ke perumahan BTO baru untuk benar-benar mendapatkan akses ke pengisi daya EV lebih awal,” kata Sun Xueling, Menteri Negara Senior untuk Transportasi.
Terkait standar keamanan, Menteri Negara Pembangunan Nasional Alvin Tan menegaskan bahwa seluruh fasilitas di tempat parkir HDB telah mematuhi kode kebakaran dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura. Hal ini mencakup ketersediaan gulungan selang hingga sistem ventilasi mekanis untuk pembuangan panas.
“Ini termasuk ketentuan seperti gulungan selang, kelebihan kapasitas mobil pemadam kebakaran, dan ventilasi alami atau mekanis untuk menghilangkan asap dan panas,” kata Alvin Tan, Menteri Negara Pembangunan Nasional.
Ketentuan tersebut dirancang untuk memitigasi risiko kebakaran yang mungkin muncul dari penggunaan kendaraan listrik di area publik.
“Ketentuan keselamatan kebakaran ini melindungi dari risiko kebakaran, termasuk yang mungkin timbul dari kendaraan listrik,” timpa Alvin Tan, Menteri Negara Pembangunan Nasional.
Seluruh perangkat pengisian daya yang dipasang wajib memenuhi spesifikasi teknis dan persyaratan keselamatan yang berlaku di Singapura guna menjamin perlindungan bagi pengguna dan lingkungan sekitar.