Sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) mengawasi ribuan sel kecil dalam paket baterai mobil listrik guna menjaga kinerja energi tetap optimal pada Minggu (10/5/2026). Teknologi ini berperan penting karena struktur baterai kendaraan listrik memiliki kompleksitas tinggi dibandingkan aki konvensional.
Pendiri EVSafe, Mahaendra Gofar, menjelaskan bahwa paket baterai mobil listrik terdiri dari ratusan hingga ribuan sel yang bekerja kolektif. Komponen ini dapat berbentuk silinder, pouch, maupun prismatik tergantung pada kapasitas serta spesifikasi jenis sel yang digunakan oleh produsen kendaraan.
"Tapi jumlah sel dalam satu pack baterai EV sangat bervariasi, mulai dari ratusan hingga ribuan sel," ujar Gofar, dilansir dari Otomotif.
Gofar memaparkan bahwa penurunan performa atau degradasi pada setiap sel tidak terjadi secara seragam meski berada dalam satu wadah yang sama. Penggunaan kendaraan sehari-hari menyebabkan beberapa sel mengalami penurunan kapasitas lebih cepat dibandingkan sel lainnya yang masih berfungsi normal.
"Degradasi sel tidak uniform. Ada sel yang soak lebih cepat dan ada yang lebih lamban," kata Gofar.
Perubahan kimiawi yang terjadi secara alami selama siklus pengisian (charge) dan pengosongan daya (discharge) menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Selain itu, variabel seperti temperatur lingkungan, metode pengisian daya, dan perilaku mengemudi turut memberikan dampak signifikan terhadap masa pakai masing-masing unit sel.
Keberadaan BMS menjadi kunci pencegahan kerusakan total ketika beberapa sel mulai melemah. Sistem canggih ini memantau kondisi setiap sel secara waktu nyata, menyeimbangkan tegangan antar sel, serta mengatur distribusi arus guna meminimalkan efek penurunan kualitas sel yang berlangsung secara bertahap.
"Degradasi baterai EV terjadi secara alami seiring bertambahnya usia sel lithium-ion dan mengalami perubahan kimia akibat penggunaan," ujar Gofar.
Dampak dari proses degradasi ini biasanya terlihat pada berkurangnya jarak tempuh maksimal kendaraan atau adanya perubahan durasi waktu saat pengisian daya. Kendati kapasitas menurun seiring waktu, mobil listrik tetap dapat dioperasikan dalam jangka panjang berkat sistem monitoring yang menjaga stabilitas seluruh paket baterai.