Situs Megalitik Waruga Jadi Wisata Budaya Unik di Sulawesi Utara

Situs Megalitik Waruga Jadi Wisata Budaya Unik di Sulawesi Utara

Sulawesi Utara tidak hanya menawarkan keindahan alam bawah laut yang memukau, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah melalui Situs Waruga. Destinasi wisata budaya ini merupakan peninggalan zaman megalitik yang tersebar di beberapa wilayah.

Dilansir dari Detik Travel, kompleks pemakaman kuno ini dapat ditemukan di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, hingga Kabupaten Minahasa Selatan. Situs ini menjadi daya tarik bagi pelancong yang ingin mendalami sejarah lokal.

Secara fisik, Waruga adalah peti mati yang seluruhnya terbuat dari batu. Struktur makam ini umumnya terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian badan peti dan penutup yang diletakkan di atasnya.

Bagian badan makam memiliki variasi bentuk yang beragam, mulai dari kubus, persegi panjang, bulat, hingga heksagonal. Sementara itu, bagian penutupnya dirancang khusus dengan bentuk yang menyerupai atap rumah tradisional.

Pada zaman dahulu, keberadaan kubur batu ini tidak dikelompokkan dalam satu area khusus, melainkan diletakkan di halaman atau sekitar rumah penduduk. Setiap rumah masyarakat Minahasa biasanya memiliki satu atau lebih waruga.

Istilah Waruga memiliki beberapa pemaknaan mendalam dalam bahasa setempat. Nama ini bisa berarti moruga yang bermakna direbus, maruga atau melebur, serta wale ruga yang diartikan sebagai rumah bagi jasad yang membusuk.

Terdapat pula istilah wale morgha yang merujuk pada rumah untuk jasad yang dikeringkan. Penamaan ini mencerminkan fungsi utama batu tersebut sebagai tempat peristirahatan terakhir nenek moyang etnis Minahasa.

Proses pemakaman di dalam Waruga dilakukan dengan memposisikan jenazah dalam keadaan jongkok. Posisi ini dipilih sebagai simbol harapan agar orang yang telah meninggal dapat mengalami kelahiran kembali di alam arwah.

Setelah jasad dimasukkan ke dalam ruang batu, pintu makam akan ditutup rapat. Untuk mencegah aroma tidak sedap keluar dari celah peti, masyarakat menggunakan lumpur tebal atau tanah liat sebagai penyegel alami.

Situs ini juga berfungsi sebagai kapsul waktu yang menyimpan nilai-nilai luhur nenek moyang. Tubuh dan penutup batu kaya akan hiasan dekoratif berupa ukiran antropomorfik, flora, fauna, hingga motif geometris yang artistik.

Keunikan ornamen dan nilai sejarahnya membuat Situs Waruga sering menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara. Banyak turis asing menyempatkan diri berkunjung ke lokasi ini di sela-sela agenda wisata mereka ke Bunaken.

Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi situs ini, sangat disarankan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak berwenang. Anda dapat menghubungi juru pelihara dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara yang bertugas di lokasi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi