Penempatan posisi kaki yang keliru saat mengemudi mobil matik berisiko memicu insiden salah injak pedal gas, terutama ketika pengendara pemula mengalami panik di area sempit. Untuk meminimalkan bahaya tersebut, pengemudi diimbau membiasakan kaki selalu siaga di depan pedal rem demi menjaga keselamatan berkendara seperti dilansir dari Otomotif pada Jumat (15/5/2026).
Kesalahan teknis ini sering terjadi sewaktu melakukan manuver pelan layaknya parkir atau putar balik ketika kendaraan bergerak di luar kendali. Penegasan mengenai pentingnya pembiasaan posisi kaki ini disampaikan oleh Training Director dari the Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana.
"Biasakan kaki pengemudi selalu stand by di depan pedal rem. Pindahkan ke pedal gas hanya saat dibutuhkan untuk melaju pelan," kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Kontrol yang halus dan konsentrasi penuh sangat dibutuhkan saat kendaraan melaju dalam kecepatan rendah. Otak berpotensi salah memberikan perintah kepada kaki ketika pengemudi berada dalam situasi panik.
Akibat kekeliruan tersebut, pengendara yang berniat menghentikan laju kendaraan justru menginjak pedal gas lebih dalam sehingga mobil meluncur tanpa kendali. Selain faktor posisi kaki, aspek kefokusan selama berkendara juga menjadi perhatian utama.
"Fokus selama berkendara untuk memastikan apa yang dilihat dan dikirimkan ke otak sesuai akal sehat. Jadi tidak ada kesalahan dalam memberi perintah saat menginjak pedal," ujar Sony.
Oleh karena itu, para pengguna mobil transmisi otomatis disarankan tidak sekadar bertumpu pada kemudahan sistem berkendara tersebut. Latihan kontrol pedal dan pembiasaan posisi kaki tetap wajib diasah secara berkala guna membentuk refleks berkendara yang lebih baik.