Tiga pengemudi asal Indonesia, yakni Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi, resmi dipercaya mengemban tugas sebagai pengemudi bus di Prefektur Aichi, Jepang. Penempatan ini dilakukan untuk mengatasi krisis tenaga kerja pengemudi yang sedang melanda sektor transportasi di negara tersebut.
Dilansir dari Detik Oto, Pemerintah Jepang menargetkan perekrutan 24.500 warga negara asing untuk mengisi posisi pengemudi taksi, bus, dan truk dalam periode lima tahun hingga 2028. Kebijakan ini diperkuat dengan penambahan profesi pengemudi ke dalam kategori izin tinggal 'pekerja terampil khusus' pada Maret 2024.
Persiapan tenaga kerja ini didukung melalui Japan Indonesia Driving School (JIDS) di Karanganyar, Jawa Tengah, yang berdiri sejak Agustus 2024. Lembaga hasil kerja sama KS Global Co. dengan mitra lokal ini menyediakan fasilitas latihan berupa lintasan dengan rambu-rambu lalu lintas standar Jepang.
Para kandidat menjalani pelatihan intensif yang mencakup penguasaan bahasa Jepang untuk percakapan harian hingga persiapan ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) di Jepang. Setelah tiba di Jepang, mereka wajib mengganti SIM lama dan memperoleh SIM Kelas 2 agar memiliki legalitas mengangkut penumpang secara resmi.
Direktur Pelaksana KS Global, Kenichi Hikawa, menjelaskan bahwa kemiripan sistem lalu lintas menjadi alasan utama perusahaan transportasi Jepang melirik pengemudi asal Indonesia. Pengemudi Indonesia dianggap sudah terbiasa dengan posisi kemudi di sisi kanan dan lajur kendaraan di sisi kiri jalan.
"Kuncinya yakni peraturan lalu lintas di Indonesia sama dengan di Jepang: lalu lintas di sisi kiri jalan, dan pengemudi di sisi kanan mobil," kata Kenichi Hikawa, Direktur Pelaksana KS Global.
Hikawa juga menambahkan bahwa tingginya pangsa pasar mobil manufaktur Jepang di Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi para pekerja migran tersebut.
"Ada keuntungan lain, seperti pangsa pasar mobil Jepang yang tinggi di Indonesia, yang membuat orang Indonesia terbiasa mengendarai kendaraan Jepang," sambung Kenichi Hikawa, Direktur Pelaksana KS Global.
Selain faktor teknis, kepribadian dan latar belakang budaya pengemudi Indonesia menjadi pertimbangan krusial bagi perusahaan pemberi kerja seperti Meitetsu Bus Co. yang berbasis di Nagoya. Pihak manajemen menilai kedisiplinan dan sikap ramah pekerja Indonesia memberikan rasa aman dalam pelayanan jasa transportasi.
"Sebagian besar warga Indonesia beragama Islam, yang memberi kami ketenangan pikiran terkait insiden yang berhubungan dengan alkohol, dan mereka ramah serta serius," kata Naomi Irie, Kepala Bagian Rekrutmen Meitetsu Bus Co.
Irie menegaskan bahwa kombinasi antara integritas pribadi dan profesionalisme pengemudi menjadi faktor penentu utama di balik kebijakan rekrutmen perusahaan.
"Itulah alasan utama di balik keputusan kami untuk mempekerjakan mereka," tambah Naomi Irie, Kepala Bagian Rekrutmen Meitetsu Bus Co.