Pertamina Ubah Sejumlah SPBU Jabodetabek Menjadi Layanan Non-Subsidi

Pertamina Ubah Sejumlah SPBU Jabodetabek Menjadi Layanan Non-Subsidi

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jabodetabek tidak lagi menyediakan bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Solar subsidi setelah bertransformasi menjadi layanan non-subsidi pada Kamis (7/5/2026). Perubahan model operasional ini memicu perhatian publik di kawasan Jakarta Selatan dan beberapa titik strategis lainnya.

Transformasi tersebut dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga dengan mengubah status layanan dari SPBU Reguler menjadi SPBU Signature. Dilansir dari Otomotif, pada model layanan ini, pihak pengelola memang tidak lagi melakukan penjualan BBM subsidi karena fasilitas difokuskan pada pelayanan produk premium.

Penyesuaian ini menyebabkan beberapa titik distribusi kini hanya melayani produk bahan bakar non-subsidi, seperti Pertamax dan varian di atasnya. Keberadaan SPBU tanpa stok Pertalite ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa penyaluran BBM bersubsidi di kawasan perkotaan kini dilakukan secara lebih selektif.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, memberikan pandangan mengenai fenomena pembatasan bahan bakar tersebut dari perspektif regulasi lingkungan.

"Pertalite memang seharusnya dibatasi hanya untuk masyarakat tidak mampu, karena bensin itu tidak sesuai dengan regulasi Euro-4 untuk mobil dan Euro-3 untuk sepeda motor," ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar ITB.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar dengan standar emisi yang rendah memiliki dampak langsung terhadap kualitas udara. Terutama di area perkotaan dengan kepadatan kendaraan yang sangat tinggi, pemilihan jenis BBM menjadi krusial bagi kesehatan publik.

"Kalau itu dilakukan, mestinya polusi udara berkurang dan masyarakat semakin sehat," kata Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar ITB.

Perubahan pola distribusi ini dinilai sebagai langkah segmentasi layanan berdasarkan lokasi dan tipe SPBU. Meskipun demikian, kebijakan ini menciptakan tantangan bagi pengguna kendaraan harian yang selama ini mengandalkan Pertalite karena perbedaan harga yang cukup jauh dibandingkan BBM non-subsidi.

Kondisi ini sempat berdampak pada situasi di lapangan, di mana terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa lokasi pengisian bahan bakar. Selama satu pekan terakhir, antrean sepeda motor dan mobil terpantau memanjang hingga ke jalan umum di beberapa titik SPBU di Labuan Bajo.

Pertamina tetap memberikan penegasan bahwa secara nasional, produk Pertalite masih tersedia secara luas di berbagai daerah di Indonesia. Munculnya SPBU Signature di Jabodetabek diposisikan sebagai bagian dari penyesuaian pola distribusi bahan bakar secara spesifik di kawasan urban.

Artikel terkait

Rekomendasi