Masyarakat konsumen bahan bakar minyak subsidi jenis Pertalite kini harus lebih cermat ketika mengisi bbm di pompa bensin. Langkah ini perlu dilakukan karena sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum dengan konsep baru bertanda Signature dipastikan tidak lagi menyediakan Pertalite, seperti dilansir dari Otorider.
Penanda khusus berupa logo atau tulisan Signature tersebut biasanya terpajang jelas pada sisi atas bangunan stasiun pengisian. Para pengendara tidak akan menemukan pipa penyalur bbm jenis Pertalite jika mendatangi lokasi dengan identitas visual tersebut.
Salah satu titik yang menerapkan perubahan ini adalah pom bensin Signature Pondok Indah. Lokasi tersebut kini beroperasi mengusung konsep layanan premium di bawah pengelolaan Pertamina Retail.
Pergeseran jenis pelayanan pada beberapa titik pengisian bbm milik perusahaan negara ini sempat memicu perhatian publik. Hal itu terjadi setelah banyak pelanggan menyadari hilangnya ketersediaan bbm bersubsidi di lokasi terkait.
Kendati demikian, situasi tersebut bukan menjadi tanda bahwa proses distribusi Pertalite dihentikan secara menyeluruh pada skala nasional. Kebijakan peniadaan bbm subsidi ini hanya berlaku terbatas di titik pengisian tertentu yang status operasionalnya telah beralih.
Konsep dari tempat pengisian bbm bertanda khusus ini merupakan wujud pengembangan fasilitas tingkat lanjut. Tujuannya adalah untuk menghadirkan sarana pendukung yang lebih modern sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Corporate Secretary PT Pertamina Retail (PERTARE), Ardhi Widodo, mengonfirmasi bahwa operasional gerai di Pondok Indah menjadi langkah nyata bagi perusahaan dalam menyediakan outlet excellent di jaringan pompa bensin COCO.
Pihaknya menyatakan bahwa fasilitas baru ini tidak sekadar bertumpu pada aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan semata. Tempat pengisian ini dirancang guna menyajikan pengalaman yang jauh lebih komprehensif untuk para konsumen.
"Kami ingin memberikan lebih dari sekadar layanan pengisian bahan bakar, tetapi juga menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi pelanggan melalui fasilitas pendukung yang modern, nyaman, dan sesuai kebutuhan gaya hidup saat ini," ujar Ardhi Widodo.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memaparkan bahwa penghentian pasokan bbm bersubsidi di beberapa titik pengisian terjadi akibat adanya peningkatan kualitas sarana dan perubahan status operasional.
Sejumlah pom bensin di kawasan Jakarta diakui memang tengah melewati proses peningkatan mutu menjadi gerai Signature. Upaya ini difokuskan untuk menyuguhkan fasilitas serta pelayanan kelas premium kepada masyarakat.
"Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium," ujar Anggia.
Melalui penerapan skema konversi pelayanan tersebut, gerai bbm jenis ini pada umumnya hanya mendistribusikan produk bahan bakar non-subsidi. Jenis bbm yang tersedia meliputi Pertamax Series serta Dex Series.
Para pemilik kendaraan yang masih mengandalkan Pertalite diimbau untuk senantiasa memeriksa logo maupun papan identitas pom bensin sebelum memutuskan masuk ke jalur antrean.
Kecil kemungkinan bbm bersubsidi tersedia di lokasi tersebut apabila papan reklame utama bangunan memuat tulisan Signature. Walau demikian, pihak manajemen menjamin kelancaran pasokan Pertalite di jaringan reguler yang bertugas menyalurkan bbm bersubsidi.
Jumlah titik pengisian bbm dengan pelayanan premium ini diproyeksikan bakal terus bertambah secara berkala. Langkah ekspansi tersebut sejalan dengan rencana strategis perusahaan untuk mendongkrak mutu pelayanan di wilayah perkotaan.