Konsumen di Jakarta kini dapat membeli MPV premium listrik Denza D9 tanpa harus menghadapi antrean pemesanan yang panjang seperti pada masa awal peluncurannya. Ketersediaan unit tersebut dipastikan langsung oleh pihak distributor demi memenuhi permintaan pasar yang tetap tinggi.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pertengahan 2025 saat kendaraan mewah tersebut pertama kali diperkenalkan di Indonesia, yang mana masa tunggu konsumen sempat mencapai tiga bulan, dilansir dari Otomotif. Pihak diler menegaskan bahwa pasokan unit saat ini siap dikirimkan kepada pembeli.
Tingkat penjualan produk otomotif ini menunjukkan angka yang positif di pasar domestik. CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut masih berada di level yang tinggi.
"Kami secara (penjualan Denza) di Haka sendiri saja kami jual lebih dari 100 unit per bulan," ujar Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto.
Kelancaran proses distribusi saat ini terjadi karena langkah antisipasi yang telah dilakukan sebelumnya. Pihak manajemen menyatakan bahwa langkah impor yang telah berjalan membuat konsumen tidak perlu lagi menunggu waktu pengiriman yang lama.
"Enggak ada tunggu (inden) lagi karena barangnya kan sudah ada, diimpor waktu itu kan. Jadi sudah diimpor lebih dulu, masih ada sisa lah," kata Hariyadi Kaimuddin.
Walaupun pasokan saat ini terhitung aman karena sisa pengiriman terdahulu, keadaan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Penjualan yang terus bergerak dinamis berpotensi menghabiskan persediaan yang ada di gudang penyimpanan.
"Tapi kalau kita enggak cepat-cepat ini kan bisa habis. Harus tunggu pabrik jadi lagi baru bisa dapat produk yang baru," ujarnya.
Faktor lain yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli adalah variasi kelengkapan kendaraan yang diinginkan. Manajemen mengingatkan bahwa kombinasi elemen tertentu pada mobil sudah mulai mengalami keterbatasan pasokan.
"Saat ini posisi masih ready. Tapi ya itu hati-hati karena tergantung juga warna kombinasinya karena ada mungkin warna-warna tertentu yang sudah mulai sangat sedikit stoknya," ujar Hariyadi Kaimuddin.
Pilihan masyarakat sejauh ini masih didominasi oleh varian standar yang paling banyak didatangkan. Mayoritas unit yang tersedia di diler saat ini memiliki kesamaan pada bagian eksterior dan interior.
"Sekarang masih paling banyak yang black brown ya. Kombinasi black di luar, dalam interiornya brown. Itu yang masih umum," katanya.
Meskipun demikian, tren di kalangan pengguna mulai bergeser ke arah variasi yang lebih beragam. Seiring bertambahnya populasi kendaraan ini di jalan raya, muncul ketertarikan terhadap opsi estetika lain yang lebih personal.
"Karena orang seleranya berbeda kan. Kan ada yang konsumen mau blue, mau grey gitu kan ada-ada saja. Jadi semua sih jalan juga," ujar Hariyadi Kaimuddin.