Aktor internasional Sung Kang menghadiri rangkaian acara otomotif The Elite Showcase 2026 di ICE BSD City untuk mendiskusikan potensi kolaborasi industri kreatif dan pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal bersama pemerintah Indonesia.
Kehadiran pemeran Han dalam film The Fast and the Furious: Tokyo Drift tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara budaya otomotif dan sektor kreatif nasional, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Pertemuan khusus dilakukan bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Diskusi tersebut menyoroti upaya membawa industri kreatif dan kultur modifikasi Indonesia ke panggung internasional melalui kemitraan strategis. Program ini mendapatkan dukungan dari Maxdecal dan Tale X IP House Indonesia selaku mitra strategis dalam pengembangan ekosistem kreatif tersebut.
Sung Kang menyampaikan apresiasinya secara langsung atas keramahan yang ia terima selama berada di tanah air kepada pihak kementerian.
"Orang-orang Anda sangat baik, saya pasti akan kembali lagi ke sini," ujar Sung Kang.
Pernyataan tersebut disampaikan Sung Kang sebagai bentuk kekaguman terhadap respons masyarakat Indonesia. Irene Umar mencatat bahwa kalimat tersebut merupakan ungkapan pertama yang dilontarkan sang aktor saat mereka bertemu.
Selain Sung Kang, fotografer otomotif ternama Larry Chen turut hadir dalam kegiatan ini bersama sejumlah pemangku kepentingan industri lainnya. Keberadaan para tokoh global ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar otomotif dengan komunitas yang solid di kawasan Asia.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Sung Kang untuk mensosialisasikan proyek film independen terbarunya yang bertajuk Drifter. Film tersebut menampilkan mobil ikonik Toyota AE86 bernama Lola yang merepresentasikan kecintaan sang aktor terhadap budaya mobil klasik Jepang dan dunia drifting.
Sinergi lintas sektor ini diproyeksikan membuka ruang bagi kreator lokal untuk menembus pasar global dengan pendekatan berbasis komunitas yang organik. Inisiatif tersebut mengintegrasikan tren modifikasi kendaraan dengan inovasi karya kreatif para pelaku industri dalam negeri.