Taiwan Menjelma Jadi Produsen Kopi Arabika Unggulan Dunia

Taiwan Menjelma Jadi Produsen Kopi Arabika Unggulan Dunia

Wilayah Taiwan ternyata memiliki reputasi yang kuat sebagai daerah penghasil kopi arabika terbaik. Dilansir dari Detik Travel, daerah yang sebelumnya populer dengan teh oolong ini didukung oleh letak geografisnya.

Taiwan berada di posisi 23,5 derajat Lintang Selatan dan Lintang Utara. Wilayah ini masuk ke dalam area yang disebut Sabuk Kopi atau The Coffee Belt.

Kawasan di sekitar khatulistiwa tersebut dinilai sangat ideal bagi pertumbuhan tanaman kopi. Karena memiliki syarat tumbuh yang mirip dengan teh, daratan Taiwan sangat cocok untuk budidaya kedua komoditas ini.

Masyarakat setempat kini lebih condong pada kebudayaan kopi specialty dan pengembangan inovasi teknologi kopi. Pada tahun 2020, jumlah kedai kopi di wilayah ini sudah menembus lebih dari 15.000 gerai.

Tingkat konsumsi kopi di sana juga sempat melampaui teh untuk pertama kalinya. Pergeseran tren ini membuat kopi sering dipilih oleh wisatawan sebagai buah tangan khas dari Taiwan.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa bibit kopi pertama kali dibawa ke Taiwan pada tahun 1884 oleh seorang pedagang asal Inggris bernama James Tait. Tanaman tersebut kemudian mulai ditanam oleh petani lokal di kawasan Sanxia.

Budidaya secara komersial baru berjalan pada tahun 1902 sewaktu Jepang memegang kendali di Taiwan. Pemerintah Jepang mengembangkan perkebunan kopi di Gunung Hebao, lalu memperluas areanya hingga ke Gunung Hua dan sekitarnya.

Dampak Perang Dunia II hingga Kebangkitan Perkebunan Lokal

Sektor perkebunan ini sempat hancur saat Perang Dunia II bergejolak. Hampir seluruh lahan kopi di Taiwan dialihfungsikan untuk menanam tanaman pangan, sehingga budidayanya sempat telantar pascaperang.

Sektor ini mulai dilirik kembali setelah Departemen Pertanian Amerika Serikat mengeluarkan penilaian pada tahun 1958. Lembaga tersebut menyimpulkan kualitas kopi perbukitan Taiwan setara dengan kopi arabika Amerika Tengah.

Penanaman kembali secara besar-besaran akhirnya bergulir pada dekade 1990-an. Alishan, Pingtung, Tainan, dan Yunlin muncul sebagai wilayah-wilayah utama penghasil kopi terkemuka.

Faktor ketinggian tempat, kondisi tanah vulkanis, hingga iklim mikro setempat membantu menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Karakteristik rasanya menonjolkan aroma buah yang khas serta keasaman yang seimbang.

Kawasan Alishan menjadi salah satu yang paling populer di antara daerah lainnya. Biji kopi dari tempat ini dikenal mempunyai rasa manis yang kuat, keharuman bunga, serta tekstur lembut saat diminum.

Prestasi Barista dan Inovasi Teknologi di Kancah Global

Kemajuan komoditas ini juga diiringi oleh lahirnya para peracik kopi berprestasi. Salah satunya adalah Jacky Lai, pemilik kedai kopi di Hsinchu dan Kaohsiung yang memenangkan juara pertama Kejuaraan Roasting Kopi Dunia 2014.

Dua tahun berselang, Berg Wu berhasil dinobatkan sebagai Juara Barista Dunia di Dublin. Prestasi internasional berlanjut saat Sherry Hsu memenangkan Juara Piala Brewers Dunia di Melbourne International Coffee Expo pada tahun 2022.

Pada April 2026, Bala Lin turut mengharumkan nama daerahnya dengan menjuarai World Latte Art Championship di San Diego, Amerika Serikat. Dalam bidang inovasi teknologi, figur seperti Eric Chang dan Sin Lin juga aktif memamerkan teknik penyeduhan serta pemanggangan terbaru di ajang World Coffee Championships.

Artikel terkait

Rekomendasi