Moda transportasi umum ramah lingkungan, Taksi Green SM, mendapat sorotan tajam publik menyusul insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Dilansir dari Suara, layanan yang sebelumnya dikenal sebagai Xanh SM ini mulai beroperasi di Indonesia sejak 18 Desember 2024. Perusahaan tersebut awalnya memfokuskan layanan di wilayah Jakarta dan Bekasi sebelum melakukan ekspansi besar-besaran ke kota besar lainnya.
Ekspansi layanan menjangkau Surabaya pada September 2025 dan berlanjut ke wilayah Bali pada awal tahun 2026. Hingga saat ini, cakupan pelanggan taksi ramah lingkungan tersebut telah meluas di berbagai titik strategis di Indonesia.
Seluruh armada Taksi Green SM menggunakan 100 persen kendaraan listrik dari pabrikan VinFast dengan model utama VinFast VF e34 dan VinFast VF 5. Kendaraan ini memiliki ciri khas warna hijau cyan atau tosca dengan karakteristik mesin senyap dan bebas emisi.
Model VinFast VF e34 merupakan tipe compact SUV berkapasitas lima penumpang yang dipasarkan pada kisaran harga Rp 273 juta hingga Rp 411 juta. Harga tersebut bervariasi tergantung pada skema kepemilikan atau sewa baterai yang dipilih oleh pengguna.
Spesifikasi teknis VF e34 mencakup lampu depan proyektor LED, interior kulit sintetis, serta teknologi head unit layar sentuh 10 inci. Keamanan didukung sistem ADAS, 6 airbag, kamera 360 derajat, hingga fitur peringatan titik buta dan sensor parkir.
Tipe lainnya, VinFast VF 5, hadir sebagai SUV kompak bergaya hatchback untuk mobilitas perkotaan dengan harga sekitar Rp 212 juta sampai Rp 323 juta. Kendaraan ini menawarkan opsi langganan baterai guna menekan biaya pembelian awal bagi konsumen.
VinFast VF 5 dibekali motor listrik 70 kW yang menghasilkan tenaga 94 HP dengan torsi 135 Nm serta baterai LFP 29,6 kWh. Komposisi ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 260 km berdasarkan standar NEDC dengan kemampuan pengisian daya cepat 10-70 persen dalam 34 menit.