Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor bersiap memperkenalkan bayi panda raksasa bernama Satrio Wiratama kepada masyarakat luas pada akhir bulan ini. Satwa menggemaskan tersebut dijadwalkan dapat mulai dijenguk secara berkala oleh para pengunjung dalam waktu dekat.
Seperti dilansir dari Detik Travel, Satrio mengukir sejarah sebagai bayi panda raksasa pertama yang berhasil lahir di Indonesia. Nama Satrio sendiri disematkan pada Desember lalu saat Presiden Prabowo Subianto menjamu perwakilan parlemen asal China.
Kelahiran ini menjadi tonggak sejarah baru sekaligus capaian krusial bagi dunia konservasi satwa di tanah air. Keberhasilan program pembiakan yang dijalankan oleh TSI ini pun mendapatkan apresiasi besar dari berbagai pihak eksternal.
Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, Dr. Bongot Huaso Mulia, mengutarakan bahwa pihak China mengapresiasi kesuksesan tersebut. Negara asal panda itu pun mengakui komitmen serta dedikasi penuh TSI dalam upaya penangkaran.
Dr. Bongot membeberkan bahwa proses mengawinkan panda menyimpan kesulitan tersendiri lantaran sifat mereka yang sangat individualis. Di habitat aslinya pun, mamalia besar ini cenderung menjauh dari kehidupan berkelompok dan selektif memilih pasangan.
"Apalagi lembaga konservasi seperti kita yang hanya diberi sepasang gitu. Jadi cowoknya nggak bisa milih cewek gitu kan ya. Jadi kalau memang nggak suka ya nggak suka gitu," kata Bongot.
Guna mengatasi hambatan reproduksi tersebut, tim TSI melancarkan studi mendalam terkait penerapan teknologi inseminasi buatan. Prosedur medis ini melibatkan kolaborasi intensif antara tim ahli lintas negara dari Eropa, China, dan Indonesia demi memformulasikan teknik terbaik.
Jadwal Kunjungan Publik dan Masa Orientasi
Pihak manajemen TSI menerapkan regulasi dan pengawasan ketat untuk jadwal kunjungan masyarakat demi memprioritaskan keamanan satwa. Langkah proteksi ini wajib dijalankan karena bayi panda masih sangat rentan terhadap paparan virus, bakteri, hingga risiko fisik seperti terjatuh.
"Nanti untuk publik sendiri kita mendorong untuk di akhir bulan nanti, di tanggal 30 Mei, untuk sudah bisa dilihat berkala oleh publik. Walaupun mungkin tidak bisa sepanjang hari ataupun ada di luar dan sebagainya, karena sekali lagi itu membutuhkan waktu untuk training," ujar Bongot.
Sepanjang fase orientasi awal pada tanggal 30 Mei tersebut, panda yang juga memiliki nama panggilan Rio atau Li Ao ini hanya akan keluar dalam durasi singkat. Waktu kemunculannya dibatasi sekitar 2 hingga 3 jam saja per hari.
Manajemen TSI memproyeksikan satwa ini akan siap berinteraksi secara optimal dan menyambut kedatangan para pelancong pada momen liburan di bulan Juni dan Juli.