Masyarakat Indonesia kini dapat merasakan atmosfer khas Asia Tengah tanpa harus bepergian jauh ke luar negeri. Pengalaman budaya ala negeri padang rumput tersebut kini tersedia di kawasan wisata Tanjung Lesung melalui destinasi bernama Mongolian Culture Center.
Destinasi ini kembali diperkenalkan lewat sesi 'Go Mongolia' dalam ajang Jakarta Marketing Week 2026 yang digelar baru-baru ini. Seperti dilansir dari Medcom, acara tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting yang membagikan karakteristik kebudayaan mereka.
Duta Besar Mongolia untuk Indonesia D. Enkhtaivan bersama Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk sekaligus Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono, membagikan cerita tentang budaya Mongolia yang identik dengan kehidupan nomaden dan tradisi memanah.
Kawasan Mongolian Culture Center ini berdiri di atas lahan seluas satu hektare dengan suasana yang dirancang menyerupai negara asalnya. Pengunjung dapat melihat langsung Ger, yaitu tenda tradisional Mongolia berbentuk melingkar dengan struktur anyaman kayu dan balutan kain putih.
Nuansa etnik terasa kuat sejak memasuki area dalam tenda dengan interior yang didominasi warna oranye serta ornamen autentik. Di tempat ini, para pengunjung juga bisa mencoba berbagai pakaian tradisional, mulai dari kostum panglima perang hingga busana ala kaisar dan ratu Mongol lengkap dengan singgasananya.
Tak sedikit wisatawan yang memanfaatkan spot ini untuk berburu foto estetik ala keluarga kerajaan Mongolia.
Aktivitas memanah di area tengah kawasan turut melengkapi pengalaman lintas budaya para pengunjung. Kegiatan ini terinspirasi dari kemampuan memanah bangsa Mongol yang legendaris pada masa kejayaan Kekaisaran Mongol di bawah kepemimpinan Genghis Khan.
Seluruh area dirancang langsung oleh Duta Besar Mongolia serta menggunakan berbagai material dan ornamen yang didatangkan langsung dari negara tersebut. Salah satu ikon yang paling mencuri perhatian adalah patung besar Genghis Khan yang berdiri megah di dekat pintu masuk kawasan.
"Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya," ujar Enkhtaivan.
Kemudahan akses menuju kawasan wisata ini juga terus meningkat bagi para pelancong dari ibu kota. Menurut SD Darmono, perjalanan dari Jakarta kini hanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam setelah dibukanya Tol Serang–Panimbang Seksi I. Bahkan, jika seluruh ruas tol rampung pada akhir 2026, durasi perjalanan diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar dua jam saja.
Selain wisata budaya, kawasan Tanjung Lesung juga menawarkan berbagai aktivitas lain mulai dari wisata laut, darat, hingga udara. Pengunjung bisa mencoba jetski, banana boat, snorkeling, kayaking, ATV, sepeda listrik, hingga menikmati panorama Gunung Krakatau dan Anak Krakatau dari udara menggunakan pesawat kecil.
Fasilitas akomodasi di sekitar lokasi juga tersedia dalam berbagai pilihan yang ramah untuk keluarga, pasangan, hingga solo traveler.
"Saya berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung, menikmati suasananya, dan merasakan langsung bagaimana uniknya kehidupan budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri," tutur SD Darmono.