Tim satelit Tech3 mempertimbangkan rencana untuk meninggalkan pabrikan KTM dan beralih menggunakan mesin Honda guna menghadapi penerapan regulasi mesin 850cc pada musim 2027 mendatang. Ketidakpastian mengenai mitra pabrikan ini menjadi faktor krusial yang memengaruhi persiapan tim asal Perancis tersebut dalam menyusun struktur pebalap di masa depan.
Perubahan arah strategis ini mengemuka seiring ambisi Honda untuk menambah jumlah motor mereka di lintasan balap menjadi enam unit. Sebagaimana dilansir dari Otomotif pada Selasa (5/5/2026), Tech3 kini menjadi kandidat utama mitra baru Honda setelah tim Gresini Racing memutuskan untuk tetap bertahan bersama Ducati.
Manajer Tim Tech3, Nicolas Goyon, memberikan penjelasan mengenai situasi kontrak dan kerja sama teknis timnya yang saat ini berada di bawah kepemimpinan pemilik baru, Guenther Steiner. Penentuan pabrikan menjadi prioritas utama sebelum manajemen mengambil langkah dalam bursa transfer pebalap.
"Saat kita bicara soal 2027, isu utamanya tetap pada keputusan mengenai pabrikan mana yang akan kami gunakan. Penandatanganan pebalap pun sangat bergantung pada hal ini," ujar Goyon.
Goyon mengungkapkan bahwa meskipun komunikasi dengan sejumlah manajer pebalap telah berjalan, proses tersebut belum menyentuh aspek teknis yang mendalam. Hal ini disebabkan oleh belum adanya kepastian mengenai spesifikasi motor yang akan mereka operasikan dua tahun mendatang.
"Melakukan pembicaraan konkret tanpa tahu pabrikan mana yang akan bekerja sama dengan Tech3 adalah hal yang sia-sia," lanjut Goyon.
Selain masalah penyedia mesin, manajemen Tech3 juga mengevaluasi komposisi ideal di garasi mereka. Goyon menegaskan keengganannya untuk kembali menerapkan strategi dua pebalap debutan (rookie) secara bersamaan seperti yang pernah dilakukan pada musim 2022.
"Musim saat kami membalap dengan dua rookie tidak berakhir positif. Menurut saya, untuk situasi sekarang, akan lebih baik bagi Tech3 untuk memulai dengan satu pebalap berpengalaman dan satu rookie," kata Goyon.
Saat ini, tim diperkuat oleh duet Enea Bastianini dan Maverick Vinales yang baru saja berkompetisi di Grand Prix Qatar pada 13 April 2025. Namun, laporan internal menyebutkan bahwa Bastianini berpotensi kembali ke Gresini, sementara Vinales dikaitkan dengan kursi tim pabrikan KTM yang terancam oleh kehadiran Fabio Di Giannantonio.