Pengendara mobil listrik diimbau untuk lebih halus dalam mengatur pedal akselerator saat melintasi medan pegunungan di Solo, Jumat (8/5/2026), guna menghindari risiko kehilangan traksi akibat torsi instan. Karakteristik kendaraan listrik yang responsif memerlukan penyesuaian khusus dibandingkan mobil konvensional, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa perbedaan mendasar dalam mengoperasikan kendaraan listrik (EV) terletak pada pengaturan bukaan gas. Meskipun secara prinsip teknis serupa dengan mesin pembakaran internal (ICE), responsivitas EV jauh lebih cepat.
"Secara prinsip teknik mengemudinya mobil ICE dan EV sama saja. Yang membedakan cuma buka tutup gasnya saja," kata Sony.
Sony menambahkan bahwa torsi puncak yang tersedia sejak putaran bawah membuat mobil listrik cenderung lebih spontan. Hal ini berisiko menyebabkan gangguan kendali pada ban jika tidak diantisipasi dengan baik oleh pengemudi saat bermanuver.
"Seperti yang kita tahu, akselerasi EV lebih seketika. Di tikungan rawan selip, understeer, atau oversteer kalau tidak memakai ban khusus EV," kata Sony.
Kecenderungan kehilangan traksi ini biasanya dialami oleh varian kendaraan yang dibekali tenaga besar. Pengaturan bukaan pedal yang agresif saat keluar dari tikungan menjadi faktor utama pemicu kondisi tersebut.
"Tidak semua, hanya untuk beberapa EV yang torsinya besar," kata Sony.
Selain pengendalian gas, optimalisasi fitur regenerative braking menjadi rekomendasi utama saat menghadapi jalanan menurun. Teknologi ini berfungsi ganda sebagai pengurang kecepatan sekaligus sarana pengisian daya baterai secara mandiri selama perjalanan.
Perspektif lain disampaikan oleh Training Director The Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, terkait kesiapan menghadapi tanjakan curam. Ia menekankan pentingnya bagi setiap pengemudi untuk melakukan penilaian terhadap kondisi lintasan sebelum melintas.
"Yang pasti nilai dulu kemiringan tanjakannya, kondisi jalannya dan pilih lajur yang tepat agar mobil kuat menanjak," ujar Marcell.
Pemahaman terhadap batas kemampuan kendaraan dan pemilihan jalur yang tepat menjadi faktor krusial. Dengan penerapan teknik yang benar, mobil listrik tetap menawarkan keamanan dan kenyamanan saat digunakan di berbagai medan ekstrem.