Menyibak halimun di lereng gunung Karaha, terdengar nada ritmis alat tenun bukan mesin yang menyambut pengunjung setiap hari. Inilah Karanganyar, satu-satunya sentra tenun sutra yang tersisa di Kabupaten Tasikmalaya.
Kampung Karanganyar terletak di Desa Cipondoh Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Dari kampung nan tenang inilah, gemulai tangan terampil berpadu dengan alat tenun kayu yang menghasilkan lembaran kain sutra buatan rumahan.
Pengunjung bisa melihat dan belajar menenun langsung dari para perajin yang setia menjalani profesi ini dengan penuh kesabaran. Walaupun diproses di balik bangunan berdinding anyaman bambu sederhana, namun kain sutra Karanganyar menjadi langganan designer fashion terkemuka di Indonesia, seperti Itang Yunasz dan Wigyo Rahardi.
Para maestro yang berfokus pada wastra nusantara, selalu memakai kain sutra home made kampung ini karena motifnya yang unik dan kualitas kain yang nyaman dipakai. Seperti motif sulam, bulu, bulu bata dan organdi. Menurut Kholip selaku ketua kelompok perajin tenun sutra Mardian Putra, jumlah pesanan terus mengalir karena adanya diversifikasi produk. Selain menenun sutra, mereka juga mulai memodifikasi tenun di kain katun dan piskot, bordir serta lukisan tangan. Diversifikasi ini menyesuaikan permintaan pasar yang semakin kesulitan mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.