Duta Besar Thailand untuk RI, Prapan Disyatat, menyatakan bahwa Indonesia dan Thailand berpeluang besar menjalin kerja sama pada sektor wellness tourism guna menciptakan ekosistem pariwisata kesehatan yang memadai. Penjajakan ini disampaikan dalam sesi wawancara di Kantor Kedutaan Besar Thailand, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Sektor pariwisata berbasis kesehatan ini dinilai memiliki prospek cerah karena kedua negara mempunyai kekayaan sumber daya alam serupa. Dilansir dari Detik Travel, Thailand dan Indonesia dipandang sebagai destinasi yang memiliki kekuatan saling melengkapi, terutama dengan reputasi kuat Bali di mata dunia.
Prapan menekankan bahwa kemiripan karakteristik wilayah bukan merupakan hambatan dalam bentuk persaingan. Sebaliknya, hal tersebut menjadi landasan utama bagi kedua negara untuk memperluas ruang kolaborasi strategis di masa depan.
"Thailand atau Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah, terutama untuk tanaman herbal dan rempah-rempah. Ini bisa dimanfaatkan untuk wellness, ini jadi salah satu hal yang potensial yang bisa dikembangkan bersama-sama," jelas Prapan Disyatat, Duta Besar Thailand untuk RI.
Optimalisasi potensi alam tersebut memerlukan dukungan infrastruktur yang mumpuni agar dapat menarik minat wisatawan global. Prapan juga menyoroti pentingnya akses transportasi dan kebijakan administratif yang memudahkan pergerakan pengunjung antardestinasi.
"Semua kembali pada pemerintah, apakah regulasinya bisa difasilitasi atau tidak. Jika sudah tersedia, peluangnya akan terbuka. Industri pariwisata akan tetap bisa bersaing sekaligus berkolaborasi," jelas Prapan Disyatat, Duta Besar Thailand untuk RI.
Thailand saat ini telah mentransformasi sektor kesehatannya menjadi industri yang komprehensif, mencakup layanan kecantikan hingga prosedur antipenuaan. Inisiatif tersebut dikemas melalui program nasional bertajuk Wellness Hub Thailand: The Land of Life yang mengombinasikan budaya dengan medis modern.
Pihak industri kesehatan Thailand juga menegaskan bahwa fokus utama pengembangan ini adalah memberikan pengalaman pemulihan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini mencakup aspek fisik dan mental bagi para wisatawan yang berkunjung.
"Mereka adalah aset tak ternilai yang menyatu secara harmonis, dalam pengalaman wisata wellness global dan membentuk fondasi penting bagi Thailand untuk benar-benar menjadi 'The Land of Life'," kata Dr. Tanapol Virunhagarun, CEO BDMS Wellness Clinic.
Pengembangan pariwisata kesehatan ini diproyeksikan akan terus melibatkan berbagai aktivitas penunjang seperti meditasi dan yoga. Pemerintah Thailand kini berupaya memperkuat posisi sebagai destinasi unggulan dunia sekaligus tetap membuka pintu bagi kemitraan internasional.