Menyeberangi rel kereta api merupakan zona yang cukup berbahaya bagi pengguna jalan raya. Namun, banyak masyarakat pengguna kendaraan yang masih menganggap remeh dan merasa area tersebut bebas dari risiko bahaya.
Sikap meremehkan situasi ini justru berpotensi besar mendatangkan bahaya di perlintasan. Kelalaian di area tersebut dapat memicu kecelakaan kereta yang cukup parah seperti yang terjadi baru-baru ini, seperti dikutip dari Medcom.
"Tetap fokus dan waspada supaya dapat melaju dengan aman di perlintasan kereta wajib dilakukan setiap pengguna jalan raya. Selalu perhatikan kondisi terbaik mobil dan kondisi sekitar," ujar Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara.
Pengendara mobil perlu memperhatikan beberapa langkah penting guna menghindari keterlibatan dalam kecelakaan di perlintasan kereta.
Langkah pertama adalah memperhatikan kondisi lintasan rel kereta secara saksama. Pengemudi sebaiknya berhenti sesaat sebelum rel untuk menengok ke kanan dan kiri.
Perhatikan juga kontur permukaan jalan yang bersinggungan dengan rel. Pastikan apakah posisinya diagonal, selevel, berlubang, licin, menurun, atau menanjak.
Langkah kedua adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan sembari melaju perlahan. Upaya ini berfungsi sebagai antisipasi keadaan darurat seperti mobil mogok.
Pengendara harus tetap berhenti di depan rel sampai mobil di depan selesai menyeberang. Langkah ini harus tetap dilakukan meskipun berisiko diklakson oleh kendaraan lain dari arah belakang.
Langkah ketiga adalah melintas dengan tenang dan waspada setelah memastikan kondisi benar-benar aman. Pengemudi mobil listrik tidak boleh terlalu agresif menekan pedal gas.
Torsi besar yang keluar secara instan dari motor listrik bisa membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya. Oleh karena itu, ketenangan saat menekan pedal gas sangat dibutuhkan.
Kewaspadaan Jalur Ganda dan Penanganan Darurat
Menghadapi Jalur Rel Ganda
Langkah keempat adalah meningkatkan kewaspadaan pada perlintasan yang memiliki rel ganda. Beberapa titik bahkan memiliki empat lajur rel atau double double track.
Pengendara dilarang terburu-buru maju karena ada jalur rel lain yang harus dilewati. Lintasan seperti ini biasanya memiliki intensitas kereta lewat yang sangat tinggi.
Mengatasi Masalah Teknis di Tengah Rel
Langkah kelima adalah tidak panik apabila mobil tiba-tiba mengalami mogok di tengah perlintasan. Pengemudi harus segera memeriksa panel instrumen dan memposisikan gigi transmisi di parkir (P).
Setelah itu, nyalakan ulang mesin kendaraan dengan mengingat prosedur yang benar. Untuk mobil matik, pastikan menginjak pedal rem saat menghidupkan mesin.
Jika mesin tetap gagal menyala, mintalah bantuan warga di sekitar perlintasan untuk mendorong mobil keluar dari area berbahaya. Namun, jika kereta sudah mendekat, segera tinggalkan mobil demi mencegah korban jiwa.
Langkah terakhir adalah selalu menjaga kondisi mobil tetap optimal sebelum melakukan perjalanan. Kondisi kendaraan yang prima dapat mencegah potensi masalah teknis saat melintasi rel kereta.
Pengendara tentu tidak ingin busi mobil mati sehingga memicu kendaraan mogok di tengah perlintasan kereta. Solusi mudah untuk mengantisipasinya adalah dengan rajin melakukan servis berkala pada mesin mobil.