Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Senin (4/5/2026) menyebabkan sejumlah ruas jalan utama seperti Fatmawati dan Cipulir terendam banjir. Kondisi cuaca ekstrem ini memaksa para pengendara sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan teknis guna menghindari kecelakaan maupun kerusakan mesin yang fatal.
Kenaikan volume air di jalur transportasi tersebut menuntut teknik berkendara yang tepat untuk menjaga keseimbangan. Melansir laporan Otomotif, kecepatan kendaraan menjadi faktor krusial yang menentukan keselamatan pengendara saat melintasi area yang terdampak genangan air cukup tinggi.
Nofa Ismiati, Instruktur Safety Riding Daya Adicipta Motora (DAM), menekankan pentingnya menjaga kontrol kemudi dengan tidak memacu kendaraan secara berlebihan. Pengendara perlu mewaspadai adanya lubang jalan yang sering kali tidak terlihat karena tertutup permukaan air.
"Pastikan melewati dengan kecepatan rendah," ujar Nofa kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Laju kendaraan yang terlalu cepat saat melintasi air dapat memicu fenomena fisik yang menghilangkan daya cengkeram ban pada aspal. Hal ini sangat berisiko membuat motor kehilangan kendali secara mendadak bagi pengendara yang tidak bersiap.
"Hindari melewati dengan kecepatan tinggi saat melewati air agar tidak terjadi hydroplaning," kata Nofa.
Selain risiko kecelakaan fisik, genangan yang cukup dalam juga mengancam integritas komponen mesin kendaraan. Nofa menyarankan langkah preventif berupa pemutusan aliran mekanis jika ketinggian air sudah dianggap tidak aman untuk dilewati dalam kondisi mesin menyala.
"Apabila genangan air sudah dalam dan terpaksa harus lewat, matikan mesin dan tutup lubang knalpot," ucapnya.
Penutupan lubang pembuangan tersebut bertujuan mengantisipasi masuknya air ke ruang bakar yang bisa memicu fenomena water hammer. Kerusakan ini dikenal berdampak buruk pada komponen internal seperti setang seher yang dapat menyebabkan biaya perbaikan membengkak secara signifikan.