Toyota Kijang Super Menjelma Jadi Legenda MPV yang Tetap Eksis

Toyota Kijang Super Menjelma Jadi Legenda MPV yang Tetap Eksis

Toyota Indonesia menciptakan gebrakan besar di pasar otomotif tanah air saat meluncurkan kendaraan MPV ikonik bernama Kijang. Mobil penumpang ini bertransformasi menjadi salah satu legenda kendaraan keluarga mewah yang terus melahirkan generasi baru hingga saat ini.

Kijang sendiri merupakan sebuah singkatan dari Kerjasama Indonesia dan Jepang. Pada awal kemunculannya, kendaraan ini diproduksi dalam versi pikap sebelum akhirnya berkembang menjadi model MPV.

Salah satu model ikonisnya adalah Kijang Super yang menjadi generasi ketiga dalam silsilah keluarga Kijang sejak tahun 1977. Kendaraan roda empat dengan kode bodi KF50 ini mengusung desain yang lebih modern daripada para pendahulunya.

Kijang Super kini tergolong sebagai mobil tua karena usianya yang sudah melewati angka 20 tahun. Kendati populasinya mulai langka, kendaraan ini masih kerap melintas di jalanan, seperti dilaporkan oleh Medcom.

Kepala Mekanik Bengkel Provis Autolab, Dayat, menilai bahwa kendaraan roda empat ini masih sangat mumpuni untuk mendukung mobilitas harian. Mesin lawasnya dinilai masih layak diandalkan oleh para pengguna.

Menurut penjelasan Dayat, konsumsi bahan bakar Kijang Super untuk area dalam kota berkisar di angka 1 banding 10 kilometer per liter. Sementara itu, performa konsumsi BBM saat melaju ke luar kota mampu menyentuh angka 1 banding 12 kilometer per liter.

"Memang konsumsi BBM Toyota Kijang Super ini bisa 1:10 untuk dalam kota. Malah versi terbarunya bisa lebih boros dari versi yang lama. Buat luar kota masih bisa tembus di 1:12 km per liter," ujar Dayat.

Para pemilik Kijang Super umumnya melakukan restorasi pada sektor dapur pacu guna menyiasati konsumsi bahan bakar yang cenderung boros. Komponen-komponen mesin disedot kembali energinya melalui peremajaan suku cadang baru.

Komponen internal karburator juga memerlukan penggantian berkala dengan repair kit yang baru. Langkah perawatan ini terhitung wajar mengingat masa pakai mobil yang sudah menyentuh lebih dari 25 tahun.

Sistem pengapian dan pembakaran mobil ini masih mengandalkan teknologi lawas yang menggunakan karburator. Hal tersebut berbeda dari mobil sistem injeksi masa kini yang dianjurkan memakai bahan bakar dengan oktan minimal 92 ke atas.

Penggunaan bensin beroktan tinggi sangat disarankan untuk kendaraan keluaran terbaru. Selain memberikan dampak positif bagi pengurangan emisi, bahan bakar berkualitas juga mampu mendongkrak tenaga mesin menjadi lebih optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi