Sebuah mobil Toyota Rush yang dikemudikan oleh seorang wanita berinisial RPA mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke sungai di Jalan Perimeter Selatan kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tersebut dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi yang sedang mencari kartu tol saat kendaraan melaju dari arah utara menuju Jakarta. Dilansir dari Otomotif, kendaraan yang hilang kendali secara tiba-tiba berbelok ke arah kanan sebelum akhirnya tercebur ke dalam air.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengonfirmasi bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan luar kendali atau out of control. Berdasarkan analisis sementara pihak kepolisian, kelalaian dalam menjaga fokus menjadi penyebab utama mobil tidak terkendali.
"Kendaraan dikemudikan wanita inisial RPA mengalami kecelakaan tunggal out of control," kata Ojo, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Pihak berwenang mencatat bahwa kecepatan mobil saat kejadian berada di bawah 40 km/jam, namun gangguan kecil berupa aktivitas mencari barang tetap berakibat fatal. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di area bandara tersebut.
Pentingnya menjaga konsentrasi penuh saat berada di balik kemudi menjadi catatan serius dari para ahli keselamatan berkendara. Gangguan yang dianggap sepele sering kali menjadi awal dari kecelakaan yang membahayakan nyawa.
Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana menekankan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan dirinya dan pengguna jalan lain.
"Mengemudi itu intinya memastikan perjalanan berakhir dengan selamat. Jadi perhatian pengemudi harus pada hal-hal yang mendukung keselamatan," ujar Sony, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI).
Sony menjelaskan bahwa stabilitas emosi dan kemampuan antisipasi pengemudi diuji melalui berbagai kondisi di lapangan, termasuk kemacetan atau perilaku pengendara lain. Penerapan prinsip mengemudi defensif sangat dianjurkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Aktivitas yang dapat memecah perhatian seperti menggunakan ponsel atau mencari benda di dalam kabin harus dihindari sepenuhnya selama mobil masih dalam kondisi bergerak.