Tradisi menguburkan jenazah di tebing batu ternyata tidak hanya menjadi ciri khas masyarakat Toraja. Fenomena serupa juga dapat ditemukan di wilayah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Dilansir dari Detik Travel, jejak budaya masa lalu ini masih terjaga di Situs Binuanga yang berlokasi di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Situs prasejarah ini berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan terletak pada dinding batuan andesit di pinggir Sungai Binuanga.
Masyarakat setempat sering menyebut lokasi ini sebagai batu berkamar karena penampakan fisiknya yang menyerupai deretan kamar di dinding tebing. Berdasarkan pemutakhiran data Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara pada April 2026, kondisi situs sebagian tertutup tanaman rambat.
Terdapat sekitar 17 rongga pahatan yang digunakan sebagai tempat persemayaman jenazah. Sebagian besar rongga tersebut memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran yang cukup besar.
Panjang pahatan tersebut umumnya melebihi 200 cm, bahkan beberapa di antaranya mencapai 300 cm. Untuk dimensinya, rongga makam memiliki tinggi antara 50 hingga 100 cm dengan kedalaman mencapai 130 cm.
Makna Filosofis dan Akses Menuju Lokasi
Penempatan jenazah di posisi tinggi dalam rongga tebing pada masa prasejarah merupakan bentuk penghormatan terakhir. Budaya ini berkaitan erat dengan keyakinan akan adanya eksistensi kehidupan setelah kematian.
Secara filosofis, keberadaan makam di tempat tinggi tersebut dimaksudkan untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi arwah selama berada di alam baka.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, perjalanan dapat dimulai dari Kota Kotamobagu menggunakan kendaraan bermotor selama kurang lebih dua jam. Petualangan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama tiga jam melewati kebun dan jalan tanah.
Jalur trekking ini mengharuskan pengunjung menyeberangi Sungai Kosinggolan sebelum memasuki jalan setapak di kawasan taman nasional. Lokasi makam yang berada tepat di bibir sungai menjadi alasan penamaan situs ini sebagai Kubur Tebing Binuanga.