Tren Liburan Edukatif Keluarga Meningkat Tajam Menurut Studi Zicasso

Tren Liburan Edukatif Keluarga Meningkat Tajam Menurut Studi Zicasso

Konsep liburan keluarga kini mulai bergeser dari sekadar sarana bersantai untuk melepas penat. Banyak orang tua yang kini memanfaatkan momen bepergian sebagai sarana pembelajaran edukatif bagi anak di luar ruang kelas.

Tren yang menggabungkan rekreasi dan edukasi ini semakin diminati, khususnya oleh keluarga muda. Seperti dilansir dari Medcom, aktivitas traveling sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman nyata sekaligus memperluas wawasan anak.

Brandon Cardet-Hernandez, seorang mantan kepala sekolah yang kini menjabat presiden perusahaan edtech Mrs Wordsmith, melihat fenomena ini sebagai bagian dari proses belajar anak.

“Sebagai persiapan untuk perjalanan ini, kami membahas sejarah lokasi tempat liburan. Kami merencanakan tempat-tempat, yang akan kami kunjungi dan menggunakan peta untuk mulai menyusun rencana perjalanan. Ada banyak pembelajaran, yang terlibat di dalamnya dan akan terjadi selama liburan tersebut,” kata Cardet-Hernandez.

Langkah yang dilakukan Cardet-Hernandez mencerminkan tren yang berkembang di kalangan keluarga modern saat ini. Berdasarkan laporan terbaru perusahaan perjalanan mewah Zicasso, banyak keluarga kini memilih bepergian di luar musim liburan utama.

Keinginan menghadirkan pengalaman belajar langsung menjadi salah satu alasan terbesar para orang tua. Permintaan untuk perjalanan keluarga yang bersifat edukatif tercatat melonjak lebih dari 4 kali lipat antara tahun 2023 hingga 2025.

Destinasi yang diminati pun sangat beragam, mulai dari perjalanan sejarah hingga wisata berbasis alam dan satwa liar.

“Yang kami lihat adalah banyak keluarga yang memanfaatkan minggu-minggu tersebut, seperti liburan Januari atau Februari, dan benar-benar memperpanjangnya, sehingga melewatkan beberapa hari lagi atau menambahkan seminggu di sini atau di sana,” kata Marci-Beth Maple, manajer senior tim penasihat Zicasso.

Meski memiliki banyak dampak positif, para ahli mengingatkan agar perjalanan edukatif ini tetap direncanakan secara matang. Memanfaatkan waktu di luar jadwal sekolah bukan berarti mengabaikan pendidikan, melainkan menjadi alternatif proses belajar jika dieksekusi dengan tepat.

Artikel terkait

Rekomendasi