Seorang turis asing yang mengaku sebagai petinju menyerang warga lokal di Pantai Pattaya, Thailand, pada Senin (4/5/2026) setelah mendapatkan teguran terkait aktivitas mengisap ganja di area publik. Insiden ini memicu kegaduhan di tengah kerumunan pengunjung pantai yang sedang berlibur.
Kekerasan bermula saat seorang warga setempat bernama Kittipong (29) sedang bersantap siang bersama keluarganya di tepi pantai. Ketenangan keluarga tersebut terganggu oleh aroma menyengat dari meja sebelah yang ditempati oleh rombongan turis asing yang sedang mengonsumsi ganja.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Travel, Kittipong mencoba mendekati kelompok tersebut untuk memberikan teguran secara sopan. Ia meminta para turis tersebut untuk menghargai kenyamanan pengunjung lain yang berada di sekitar lokasi.
Respons negatif justru diberikan oleh turis tersebut yang langsung tersulut emosi meskipun rekannya telah berupaya menenangkan keadaan. Sebagaimana dilaporkan Khaosod English pada Rabu (6/5/2026), situasi semakin memanas ketika komunikasi antar kedua pihak tidak mencapai titik temu.
Penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat Kittipong baru saja membalikkan badan untuk kembali ke mejanya. Turis asing tersebut dilaporkan memukul Kittipong dari arah belakang, yang kemudian memicu perhatian warga sekitar dan petugas keamanan pantai.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Kittipong bukan merupakan satu-satunya sasaran kemarahan pria tersebut. Sebelumnya, sekelompok warga lokal lainnya juga dikabarkan sempat mendapatkan serangan fisik dari pelaku yang sama dengan alasan yang serupa.
Ketegangan tidak langsung mereda saat petugas kota tiba di lokasi kejadian untuk melerai pertikaian. Turis yang bersangkutan justru terus melakukan tindakan provokatif serta menunjukkan gestur tidak senonoh di hadapan publik dan petugas yang berwenang.
Pihak berwenang akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengusir turis tersebut dari area pantai dan mengembalikannya ke tempat penginapan. Petugas juga membubarkan kerumunan massa guna mencegah terjadinya bentrokan susulan atau jatuhnya korban luka yang lebih parah.