Indomobil Emotor Sprinto diuji performa harian dan efisiensi konsumsi daya listriknya di berbagai kondisi jalan, memberikan gambaran nyata dari klaim pabrikan. Berdasarkan pengujian, motor listrik ini terbukti responsif namun efisiensinya sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara dan situasi kemacetan lalu lintas.
| Parameter Uji | Detail / Hasil Pengujian | ||
|---|---|---|---|
| Kapasitas Baterai | 2,45 kWh (Lithium) | Klaim Jarak Tempuh | Jarak hingga 110 km |
| Daya Motor Listrik | 3,5 kW | Torsi Maksimal | 195 Nm |
| Efisiensi Jalur Lancar (Etape 1) | 22,14 Wh/km (45,16 km per kWh) | Jarak Tempuh Etape 1 | 52 kilometer |
| Daya Baterai Terkuras Etape 1 | 47 persen | Kapasitas Energi Terpakai Etape 1 | 1,15 kWh (1.151,5 Wh) |
| Efisiensi Jalur Macet & Agresif (Etape 2) | 29,4 Wh/km (34,01 km per kWh) | Jarak Tempuh Etape 2 | 10 kilometer |
| Daya Baterai Terkuras Etape 2 | 12 persen | Kapasitas Energi Terpakai Etape 2 | 0,29 kWh (294 Wh) |
Evaluasi Efisiensi Jalur Lancar
Pengujian pertama dilakukan pada jalur lancar dari Bogor menuju Petukangan dengan kondisi baterai awal penuh 100 persen dan odometer di angka 490 km. Dengan gaya berkendara santai dan konstan menjaga kecepatan di kisaran 50–60 kpj, motor menempuh jarak 52 kilometer hingga odometer menunjukkan 542 km. Sisa baterai tercatat berada di angka 53 persen, yang berarti menguras daya sebesar 47 persen atau setara kapasitas energi terpakai 1,15 kWh (1.151,5 Wh). Karakter berkendara stabil ini menghasilkan angka efisiensi yang sangat baik sebesar 22,14 Wh/km, di mana 1 kWh daya baterai mampu membawa motor melaju sejauh 45,16 kilometer.
Evaluasi Efisiensi Jalur Macet
Pengujian kedua berlanjut dari Petukangan menuju Menara Kompas di kawasan Palmerah dengan sisa baterai awal 53 persen dan kondisi jalan raya yang berubah drastis menjadi padat dan macet. Pada etape sejauh 10 kilometer ini, performa maksimal diuji dengan memacu motor berdaya 3,5 kW ini hingga menyentuh kecepatan puncak 90 kpj saat menemukan celah kosong. Setibanya di lokasi, odometer menunjukkan angka 552 km dan indikator sisa baterai menyusut 12 persen hingga berada di angka 41 persen, dengan kapasitas energi terpakai 0,29 kWh (294 Wh). Kombinasi kemacetan stop-and-go serta gaya berkendara agresif di kecepatan tinggi membuat konsumsi energinya melonjak menjadi 29,4 Wh/km, atau setara dengan 34,01 kilometer per kWh.
Kelebihan dan Kekurangan
- Konsumsi daya sangat efisien mencapai 22,14 Wh/km jika dikendarai secara santai dan stabil di jalur lancar.
- Torsi instan sebesar 195 Nm yang sangat menyenangkan dan mumpuni untuk bermanuver di sela-sels kepadatan jalan.
- Mampu menyentuh kecepatan puncak hingga 90 kpj untuk mendukung kebutuhan berkendara cepat.
- Konsumsi energi melonjak drastis menjadi 29,4 Wh/km saat dihadapkan pada situasi jalan macet stop-and-go dan gaya berkendara agresif.
- Daya baterai tersedot lebih masif sebagai konsekuensi dari penggunaan performa maksimal dan kecepatan tinggi.
Indomobil Emotor Sprinto sangat cocok bagi pengendara komuter harian yang menginginkan motor listrik lincah dengan torsi instan yang melimpah untuk bermanuver di perkotaan. Kehadiran motor ini sangat bernilai tinggi jika Anda dominan berkendara secara konstan dan santai, mengingat efisiensi dayanya akan berkurang cukup signifikan saat dipaksa berkendara agresif di tengah kemacetan.