Produsen otomotif Omoway melakukan pengujian ekstrem terhadap prototipe motor listrik Omo-X dengan menempuh jarak total 700.000 kilometer di berbagai medan jalan Indonesia sebelum resmi meluncurkan produk tersebut ke pasar domestik. Langkah ini diambil guna memastikan ketahanan komponen dan performa jangka panjang kendaraan listrik bergaya futuristis tersebut.
General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen, mengungkapkan bahwa proses pengujian dilakukan secara terus-menerus dalam intensitas yang sangat tinggi di wilayah Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan data teknis yang dilansir dari Otomotif, kendaraan tersebut dioperasikan hampir sepanjang hari untuk melihat batas kemampuan maksimal mesin dan baterai.
“Contohnya unit sekarang kita udah lari (uji coba jalan) kalian tahu 700.000 kilometer. Sampai sekarang, sehari (jalan) 22 jam. Lari terus. Kalian lihat stikernya udah rusak,” ujar Chen, General Manager Omoway Indonesia.
Head of Retail Omoway Indonesia, Okatami, menjelaskan bahwa pengujian jalan ini melibatkan sekitar 60 pengendara profesional yang bekerja secara bergantian. Strategi ini diterapkan untuk mensimulasikan penggunaan harian yang berat guna memvalidasi rancang bangun serta durabilitas setiap komponen motor.
“Tesnya sendiri melibatkan sekitar 60 pengendara secara bergiliran untuk memastikan daya tahan motor serta melihat performa komponen ketika digunakan dalam jangka panjang,” ujar Okatami, Head of Retail Omoway Indonesia.
Secara spesifikasi, Omo-X memiliki dimensi panjang 2.022 mm, lebar 858 mm, dan tinggi 1.211 mm dengan jarak sumbu roda 1.500 mm. Kendaraan ini dirancang dengan ground clearance 145 mm yang diklaim mampu melewati genangan air hingga kedalaman 500 mm untuk menyesuaikan kondisi jalanan tropis.
Dapur pacu motor ini mengandalkan mesin listrik bertenaga maksimal 13 kW atau 17,6 Tk dengan torsi puncak mencapai 320 Nm. Performa tersebut memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 50 kilometer per jam dalam waktu 3,3 detik dengan kecepatan tertinggi menyentuh angka 113 kilometer per jam.
Sektor penyimpanan daya menggunakan teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan dua opsi kapasitas. Varian standar dilengkapi baterai 5,38 kWh yang menjangkau 160 kilometer, sedangkan varian Long Range memiliki kapasitas 7,68 kWh untuk jarak tempuh hingga 210 kilometer.
Sistem pengisian daya fleksibel juga ditawarkan mulai dari charger standar 800W berdurasi enam jam hingga quick charger 2.000W selama 2,5 jam. Selain itu, terdapat fasilitas pengisian khusus dari Omoway yang diklaim mampu mengisi daya dari posisi nol hingga 80 persen hanya dalam waktu 1,5 jam.