VinFast Garap Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Lewat Investasi Ekosistem Pabrik

VinFast Garap Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Lewat Investasi Ekosistem Pabrik

Produsen otomotif VinFast memperkuat ekspansinya di pasar kendaraan listrik Indonesia melalui pembangunan ekosistem bisnis terintegrasi dan investasi pabrik di Subang. Langkah strategis ini dilakukan untuk menegaskan keseriusan perusahaan dalam menggarap potensi pasar roda dua dan roda empat bertenaga listrik di tanah air.

Komitmen jangka panjang tersebut disampaikan oleh manajemen perusahaan yang tidak hanya berfokus pada penjualan unit kendaraan, melainkan juga pada penyediaan infrastruktur pendukung yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, sebagaimana dilansir dari Otorider pada Senin, 25 Mei 2026.

CEO VinFast Escooter Indonesia Market, Yordan Satriadi menegaskan bahwa kehadiran mereka membawa jaringan bisnis yang menyeluruh di bawah payung grup usaha mereka.

"VinFast masuk dengan ekosistem. Kami bicara mengenai Vingroup," ujar Yordan Satriadi, CEO VinFast Escooter Indonesia Market.

Ekspansi tersebut diwujudkan melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi di Jawa Barat yang telah berjalan sejak tahun lalu, serta penyediaan perusahaan baterai dan armada transportasi.

"Kalau Anda perhatikan, tahun lalu kami sudah investasi pabrik di Subang. Lalu kami juga ada battery company V-Green. Kami juga ada taksi, dan yang sekarang kami masuk dengan VinFast Escooter. Itu menunjukkan komitmen kami untuk pasar Indonesia," kata Yordan Satriadi.

Terkait penetapan harga, perusahaan asal Vietnam ini meluncurkan tiga varian motor listrik dengan banderol kompetitif untuk pasar domestik, yaitu Evo seharga Rp18,98 juta dengan skema langganan baterai, Feliz II mulai Rp20,1 juta, dan Viper mulai Rp24,41 juta.

"Kami pasti tidak akan menawarkan barang yang murahan. Kami akan menawarkan harga yang terjangkau," ujar Yordan Satriadi.

Penentuan nominal jual tersebut diklaim telah melalui proses analisis mendalam mengenai daya beli masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

"Kami sudah survei dan studi, pada harga berapa mereka mau beli, berikut dengan syarat dan ketentuannya," jelas Yordan Satriadi.

Dalam memasarkan produknya, produsen ini mengincar segmen pekerja kantoran dengan mobilitas harian tinggi sebagai sasaran utama penjualan.

"Segmen yang pertama adalah pekerja kantoran. Mereka adalah pengguna yang rutin setiap hari pulang pergi ke kantor," kata Yordan Satriadi.

Selain menyasar kaum pekerja, perusahaan juga mengarahkan produk escooter ini untuk memenuhi kebutuhan transportasi harian jarak dekat bagi kelompok pelajar, mahasiswa, serta para mitra pengemudi ojek daring dan kurir logistik.

Artikel terkait

Rekomendasi