Vinfast Indonesia resmi meluncurkan mobil listrik rakitan lokal pertamanya melalui model Vinfast VF MPV 7 yang diproduksi di Subang, Jawa Barat, dengan kisaran harga Rp345 juta hingga Rp420 juta berstatus on the road Jakarta.
Peluncuran kendaraan yang versi Completely Built Up atau CBU Vietnam telah dipasarkan pada Februari lalu ini membawa sejumlah penyesuaian khusus. Walau dirakit di dalam negeri, harga jual mobil tersebut tidak mengalami perubahan dari versi sebelumnya, seperti dilansir dari Detik Oto.
Penambahan fitur baru disematkan pada kendaraan rakitan lokal ini agar penampilannya menjadi lebih canggih dibandingkan dengan unit yang diimpor utuh. Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ginanjar Ramdani menjelaskan mengenai detail perubahan spesifikasi tersebut di Grogol, Jakarta Barat.
"Secara spesifikasi sebenarnya 80-90 persen kurang lebih sama (dengan versi CBU Vietnam). Tapi ada beberapa (fitur) yang kami adjust untuk pasar Indonesia," ujar Rinaldi Ginanjar Ramdani, Head of Training Department VinFast Indonesia.
Beberapa fasilitas baru yang disematkan meliputi konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, kamera 360, reflectable mirror, serta komponen roof bar ekstra. Pihak produsen juga memberikan sentuhan baru berupa pilihan warna coklat pada bagian interior kendaraan roda empat tersebut.
"Kemudian kami juga menambahkan warna interior coklat. Jadi kurang lebih hampir sama, tapi ada beberapa yang kami tambahkan khusus untuk market Indonesia," tutur Rinaldi Ginanjar Ramdani, Head of Training Department VinFast Indonesia.
Peningkatan aspek fungsionalitas ini tidak mengubah sektor jantung mekanis utama dari kendaraan. Seluruh komponen penggerak termasuk motor listrik dan penampung daya utama tetap mempertahankan spesifikasi asli dari negara asalnya.
"Perubahannya hanya fitur aja, kalau mesin kita masih sama seperti (mobil) yang dibuat di Vietnam," ungkap Rinaldi Ginanjar Ramdani, Head of Training Department VinFast Indonesia.
Langkah modifikasi produk ini dimungkinkan karena perwakilan di Indonesia memiliki otoritas penuh untuk menyesuaikan fitur pelengkap. Kendati demikian, Rinaldi menegaskan bahwa segala bentuk perombakan besar pada sektor mesin utama ataupun desain eksterior tetap harus melalui keputusan prinsipal pusat di Vietnam.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer atau CEO Vinfast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto memaparkan tingkat lokalisasi dari produk ramah lingkungan tersebut. Kendaraan setrum ini diklaim telah memenuhi standar regulasi domestik yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Jadi untuk berapa kandungan lokal, kali ini kami comply dengan requirement dari pemerintah, yakni 40 persen minimal. Itu sudah kami penuhi, karena kami sudah ikut program BEV yang digelar tahun lalu. Jadi ada sertifikat TKDN dan kami sudah mendapatkannya," kata Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer Vinfast Indonesia.