VinFast Operasikan Pabrik Subang dan Mulai Distribusi VF MPV 7

VinFast Operasikan Pabrik Subang dan Mulai Distribusi VF MPV 7

Fasilitas manufaktur kendaraan listrik VinFast yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, kini telah berfungsi secara menyeluruh. Model VinFast VF MPV 7 menjadi kendaraan pertama yang keluar dari jalur produksi pabrik tersebut.

Chief Executive Officer VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan bahwa setelah model pertama ini, beberapa tipe lain juga akan segera diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Beberapa di antaranya meliputi VinFast Limo Green dan VinFast VF 3.

“Pabrik kami di Subang sudah benar-benar beroperasi. VF MPV 7 adalah produk pertama kami yang diproduksi di Subang, kemudian disusul Limo Green dan nanti VF 3,” ujar Kariyanto di Jakarta, Rabu (20/5/2026), dikutip dari Otomotif.

Strategi manufaktur perusahaan sempat mengalami penyesuaian. Pada rencana awal, VinFast berniat mendahulukan perakitan VF 3, namun besarnya minat konsumen terhadap segmen MPV listrik membuat urutan prioritas diubah.

“Kalau awal rencana mau VF 3 duluan. Tapi melihat demand-nya, kita dahulukan VF MPV 7, Limo Green, kemudian akan diikuti VF 3,” kata dia.

Kegiatan operasional di pabrik Subang sebenarnya telah berjalan sejak awal tahun 2026 melalui fase uji coba produksi. Selama periode tersebut, evaluasi berkala diterapkan guna memastikan standar kualitas sebelum kendaraan dilepas ke pasar.

“Produksi mulai trial dari Januari 2026. Tapi dari Januari sampai Maret-April, kita evaluasi dan sebagainya sehingga supply mulai minggu ini,” ujarnya.

Seiring dengan dimulainya pengiriman unit rakitan lokal, kendaraan listrik ini kini mulai didistribusikan ke jaringan diler resmi di berbagai wilayah tanah air.

“Jadi mulai pekan ini, kita mulai suplai ke diler-diler di seluruh Indonesia sehingga pelanggan tidak hanya di Jakarta yang mulai melihatnya,” kata Kariyanto.

Fasilitas perakitan lokal ini berdiri di atas area seluas kurang lebih 170 hektar. Proyek strategis ini menelan nilai investasi total mencapai 300 juta dollar AS atau berkisar Rp 4,8 triliun.

Selain difungsikan untuk memasok kebutuhan konsumen di dalam negeri, pabrik di Jawa Barat ini juga dipersiapkan menjadi pusat ekspor kendaraan listrik VinFast untuk pasar di kawasan Asia Tenggara.

Artikel terkait

Rekomendasi