Produsen otomotif asal Vietnam, Vinfast, membuka peluang untuk menaikkan harga jual kendaraan mereka di Indonesia akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Langkah antisipasi tersebut dipicu oleh lonjakan harga bahan baku kendaraan yang terdampak langsung oleh situasi mata uang global saat ini.
Nilai tukar rupiah yang terus merosot hingga menyentuh angka Rp17.700 per dolar AS kini mulai menekan industri otomotif nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Fenomena ekonomi ini memaksa para agen pemegang merek untuk mengkaji ulang strategi harga mereka di pasar domestik.
CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan bahwa penyesuaian harga jual kendaraan menjadi hal yang tidak terhindarkan apabila fluktuasi nilai tukar terus memburuk dan menaikkan biaya produksi.
"Tentu itu sebagai fenomena global yang terus kami cermati. dan tentu kalau harga bahan bakunya meningkat harus dilakukan penyesuaian harga," ujar Kariyanto.
Kendati demikian, pihak manajemen menegaskan bahwa keputusan perubahan harga tidak akan diambil secara tergesa-gesa karena perusahaan masih melakukan pemantauan berkala terhadap pergerakan mata uang asing.
"Tapi status per hari ini kami belum akan melakukan penyesuaian harga terlebih dahulu, kami masih memantau seberapa besar volatilitas nilai tukar baik rupiah, USD, dong, dan sebagainya," tambah Kariyanto.
Kalkulasi mendalam tengah dilakukan oleh Vinfast mengingat beberapa komponen penting untuk perakitan kendaraan di pabrik Subang, Jawa Barat, masih mengandalkan jalur impor langsung dari Vietnam.
"Karena memang banyak aspek, misalnya kita impor dari Vietnam, bahan baku dan lain sebagainya, kita masih mencermati," tutur Kariyanto.
Pertimbangan matang ini diambil karena perubahan harga dipastikan membawa dampak berantai yang besar bagi seluruh ekosistem bisnis perusahaan, termasuk para pemasok lokal dan mitra operasional.
"Karena begitu kita melakukan penyesuaian harga, itu banyak efek turunannya, ke supplier, dan berbagai pihak yang terlibat, sehingga kami tidak ingin melakukan keputusan yang terburu-buru sehingga kita masih memantau terlebih dahulu," kata Kariyanto.
Selain Vinfast, sejumlah produsen otomotif terkemuka lain di Indonesia seperti Chery, BYD, dan Indomobil Group dilaporkan juga membuka peluang serupa untuk merevisi harga kendaraan mereka dalam waktu dekat.