Satu unit mobil listrik VinFast yang dioperasikan sebagai taksi Green SM tertabrak KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden ini memicu tabrakan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek.
Kecelakaan bermula saat armada taksi tersebut tiba-tiba mengalami mati mesin di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, sebagaimana dilansir dari Suara. Pengemudi mobil berhasil menyelamatkan diri sebelum KRL jurusan Cikarang menghantam kendaraan yang sedang tidak membawa penumpang tersebut.
Dampak tabrakan menyebabkan mobil terseret hingga sejauh 100 meter dan mengalami kerusakan yang sangat parah. Kejadian ini mengakibatkan jadwal perjalanan kereta lain terganggu, termasuk satu rangkaian KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur dan kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.
Armada yang terlibat dalam peristiwa ini merupakan model VinFast VF e34, sebuah SUV listrik asal Vietnam. Berdasarkan informasi dari situs resminya, kendaraan ini dipasarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp 283 juta untuk skema sewa baterai dan Rp 320,8 juta untuk kepemilikan penuh.
Catatan riwayat kecelakaan menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya armada taksi Green SM terlibat dalam insiden lalu lintas di Indonesia. Perusahaan penyedia jasa transportasi ini tercatat pernah mengalami kecelakaan serupa dengan kereta api di Jembatan Gantung, Cengkareng, pada Oktober 2025.
Selain itu, armada Green SM yang sebelumnya bernama Xanh SM juga pernah menabrak seorang pedagang di kawasan Kembangan pada Februari 2025. Insiden lain terjadi pada 31 Desember 2025 di Sawah Besar, Jakarta Pusat, di mana satu unit taksi tertabrak kereta karena menerobos palang pintu perlintasan.
Rangkaian catatan kecelakaan ini berlanjut hingga Januari 2026 saat satu unit armada Green SM menabrak bagian belakang bus Transjakarta di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, insiden di Bekasi menjadi kecelakaan terbaru yang melibatkan kendaraan listrik tersebut di jalur kereta api.