Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen Group, mengumumkan rencana pemangkasan kapasitas produksi global hingga satu juta unit kendaraan menjelang akhir dekade ini. Kebijakan efisiensi ekstrem tersebut diambil sebagai respons atas merosotnya laba bersih perusahaan yang mencapai angka hampir 50 persen.
Pengurangan kapasitas manufaktur ini diprediksi akan membuat total output tahunan Volkswagen menyusut ke angka 9 juta unit kendaraan. Dilansir dari Suara, kondisi ini berbanding terbalik dengan masa sebelum pandemi saat perusahaan mampu mencapai kapasitas 12 juta unit dengan angka penjualan menyentuh 11 juta unit per tahun.
Penurunan performa keuangan ini dipicu oleh rendahnya daya jual di pasar China serta besarnya alokasi biaya untuk pengembangan perangkat lunak dan kendaraan listrik. Margin operasional Volkswagen juga diproyeksikan akan mengalami tekanan hingga menyentuh angka 2,8 persen pada tahun 2025 mendatang.
Selain faktor internal, sejumlah tekanan eksternal seperti tarif impor dari Amerika Serikat dan kenaikan harga energi turut memperberat langkah perusahaan. Gangguan pada rantai pasok global akibat konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah juga diidentifikasi sebagai salah satu hambatan signifikan bagi stabilitas operasional.
Meskipun tengah melakukan efisiensi besar-besaran, Volkswagen tetap menjalankan strategi ekspansi di wilayah Amerika Serikat melalui pembangunan pabrik baru untuk merek Scout di South Carolina. Perusahaan juga berupaya menjaga pangsa pasar di China dengan target meluncurkan 20 model kendaraan elektrifikasi pada 2026 dan meningkat menjadi 50 model pada 2030.