Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas

Tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di atas kapal pesiar MV Hondius setelah terjadi wabah hantavirus dalam pelayaran dari Argentina menuju Tanjung Verde pada Rabu (6/5/2026). Satu korban warga negara Belanda telah dikonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut, sementara penyebab kematian dua orang lainnya masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh otoritas terkait.

Dilansir dari Detik Travel, insiden mematikan ini melibatkan sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Selain korban jiwa, operator kapal MV Hondius mengungkapkan bahwa dua anggota kru kini tengah menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang identik dengan tanda awal serangan hantavirus.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya menular dari hewan pengerat melalui kontak dengan feses, air liur, atau urine. Pihak medis menduga infeksi ini berasal dari hewan pengerat yang menghuni pulau-pulau terpencil yang sempat dikunjungi oleh para penumpang selama durasi perjalanan ekspedisi tersebut.

Data dari Marine Traffic menunjukkan kapal yang membawa 149 orang dari 23 negara ini sempat bertolak kembali dari Ushuaia pada Rabu (1/4/2026). Sebelum bersandar di lepas pantai Praia pada hari Minggu, kapal mewah tersebut sempat singgah di wilayah Antartika dan Saint Helena.

Direktur WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, memberikan penjelasan mengenai karakteristik penyebaran virus yang menyerang para penumpang di kapal pesiar tersebut.

"Hantavirus biasanya memiliki masa inkubasi satu hingga enam minggu sebelum pasien mulai menunjukkan gejala," ujar Maria Van Kerkhove, Direktur WHO.

Pihak WHO mencatat bahwa para penumpang mulai mengeluhkan kondisi kesehatan mereka pada rentang waktu antara Senin (6/4/2026) hingga Selasa (28/4/2026). Gejala yang dialami meliputi demam tinggi dan gangguan pencernaan yang dengan cepat berkembang menjadi kondisi medis yang lebih serius.

"Menderita demam, gejala gangguan pencernaan, perkembangan cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok," kata perwakilan WHO.

MV Hondius sendiri merupakan kapal ekspedisi modern sepanjang 147 meter yang dirancang untuk perairan kutub dengan kapasitas hingga 170 penumpang. Kapal yang diluncurkan pada 2019 ini menawarkan paket perjalanan mewah dengan tarif mulai dari 7.500 dollar Amerika Serikat atau setara Rp 135 jutaan per orang.

Meskipun dilengkapi fasilitas bintang empat dan teknologi ramah lingkungan, risiko penyakit zoonosis tetap muncul akibat aktivitas pengamatan satwa liar di habitat alami. Hingga saat ini, pemantauan ketat terus dilakukan terhadap seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam kapal guna mencegah penyebaran lebih luas.

Artikel terkait

Rekomendasi