Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa memberikan sambutan positif terhadap peresmian Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026). Langkah tersebut dinilai strategis dalam memperkuat potensi pariwisata daerah setempat.
Pengembangan destinasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pariwisata yang berbasis pada nilai-nilai edukasi serta kebudayaan lokal. Berdasarkan laporan dari Medcom, kehadiran infrastruktur baru tersebut diyakini akan memperkokoh posisi Desa Wisata Nglundo sebagai kawasan pelestarian sejarah yang kuat.
"Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo," kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Sebelum menuju ke area museum, Wakil Menteri Pariwisata menyempatkan diri untuk melihat Monumen Marsinah yang berlokasi di perlintasan jalan provinsi Surabaya–Madiun. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke rumah masa kecil tokoh pergerakan buruh wanita tersebut dengan didampingi oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo.
Di dalam rumah kelahiran tokoh buruh itu, rombongan kementerian melihat area kamar tidur serta ruang utama yang menampilkan dokumentasi riwayat hidup dan penghargaan Marsinah. Pihak kementerian kemudian memeriksa barang-barang pribadi milik mendiang seperti sepeda onthel, ijazah, pakaian kerja, tas, hingga catatan perjuangan yang dipajang di gedung museum.
"Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat," ujar Ni Luh Puspa.
Pengelola destinasi wisata setempat menyambut baik langkah pemerintah pusat dan berharap momentum ini dapat mempermudah proses penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Peningkatan status tersebut dinilai akan berdampak langsung pada jumlah kunjungan wisatawan sejarah ke wilayah Jawa Timur.
"Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo," kata Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto.
Sebagai lokasi wisata yang baru berkembang, pihak pengelola setempat menyatakan masih memerlukan asistensi berkelanjutan dari instansi terkait. Kebutuhan tersebut meliputi tata cara penyusunan paket perjalanan, peningkatan standardisasi pelayanan, keamanan, hingga kenyamanan para pelancong.
"Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik," ujar Eko Fitri Puji Harto.
Guna mempercepat roda ekonomi warga, kelompok sadar wisata tersebut juga mengintegrasikan program kerja bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kerja sama ini difokuskan pada sektor pemasaran produk kreatif, penyediaan cendera mata khas, serta promosi paket kebudayaan.
"Kami ingin pengunjung benar-benar merasa nyaman datang dan menikmati pengalaman wisata di Desa Wisata Nglundo," kata Eko Fitri Puji Harto.
Kunjungan kerja ke fasilitas sejarah baru di Kabupaten Nganjuk ini juga diikuti oleh Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata Dwi Marhen Yono.