Para pengendara sering memperhatikan visual bahan bakar minyak (BBM) yang berlainan tingkat ketajaman warnanya saat mengisi bensin. Fenomena variasi visual ini memicu anggapan di masyarakat bahwa tingkat kepekatan warna berbanding lurus dengan tingginya nilai oktan.
Kondisi di lapangan memang memperlihatkan warna cairan bensin yang terkadang tampak lebih pudar atau justru lebih tajam dari biasanya. Namun, anggapan mengenai hubungan antara intensitas warna dengan mutu bahan bakar tersebut ternyata keliru.
Dikutip dari Otorider, praktisi bahan bakar dari PT Catur Bangun Putra, Gazy Amin, menegaskan bahwa performa dan angka oktan tidak ditentukan oleh corak warna bensin. Pewarnaan tersebut murni regulasi visual buatan produsen.
Zat pewarna sengaja ditambahkan oleh perusahaan penyedia energi sebagai pembeda infografis antartipe bahan bakar berdasarkan Research Octane Number (RON). Perubahan kepekatan sampel sama sekali tidak merubah struktur mutunya.
"Warna tak berpengaruh ke angka oktan. Itu cuma pewarna saja. Mungkin sampel yang diambil lebih pekat atau pucat, tapi itu tidak mempengaruhi kualitas angka oktannya," jelas Gazy Amin dari PT Catur Bangun Putra saat ditemui Otorider beberapa waktu lalu.
Identifikasi visual lewat warna kehijauan, kekuningan, hingga kebiruan mempermudah petugas SPBU maupun konsumen saat bertransaksi. Parameter asli kualitas bensin tetap bertumpu pada aspek kimiawi seperti kadar sulfur, stabilitas pembakaran, kemurnian, aditif, dan nilai RON.
Terdapat beberapa faktor teknis yang memicu bensin terlihat memiliki gradasi warna berbeda saat berada di lapangan. Faktor pencahayaan dari lampu SPBU maupun sinar matahari langsung memengaruhi saturasi visual yang ditangkap mata.
Ketebalan volume bensin dan jenis wadah penampungan yang digunakan turut mendistorsi tampilan cairan. Cairan yang ditampung dalam jumlah banyak cenderung memunculkan efek warna yang jauh lebih gelap.
Paparan udara bebas dalam durasi tertentu juga menjadi pemicu pergeseran warna bensin. Meskipun mengalami fluktuasi visual akibat kontak udara, aspek fundamental kimiawi di dalamnya dipastikan tidak mengalami penurunan.
"Bahkan, jika bensin tercampur udara dalam waktu lama, warnanya bisa tampak sedikit berubah tanpa mengubah sifat kimianya," papar Gazy.