Wisata Agro Ragunan Tawarkan Pengalaman Bertani Edukatif di Jakarta

Wisata Agro Ragunan Tawarkan Pengalaman Bertani Edukatif di Jakarta

Warga Jakarta kini memiliki pilihan destinasi liburan keluarga yang unik dengan suasana alam pedesaan di tengah kota. Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan hadir sebagai kawasan yang menggabungkan unsur produksi pertanian dengan sarana edukasi bagi masyarakat.

Kawasan ini diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Januari 2021. Seperti dilansir dari Detik Travel, destinasi ini dirancang menjadi pusat inovasi teknologi, inkubasi bisnis, hingga konservasi lingkungan di wilayah Jakarta Selatan.

"AER merupakan kegiatan pertanian dengan mengembangkan kawasan pertanian yang berperan sebagai kawasan produksi, edukasi, inovasi teknologi, inkubasi, bisnis dan konservasi lingkungan dan juga kawasan wisata," kata Syahrul.

Syahrul menilai bahwa aktivitas pertanian yang produktif, maju, dan modern mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional.

Agro Edukasi Wisata Ragunan terletak di Jalan Poncol Nomor 10, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lokasinya sangat strategis karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Taman Margasatwa Ragunan.

Pengunjung bisa mendatangi area ini mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya. Menariknya, masyarakat yang ingin belajar bertani atau sekadar jalan-jalan tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

Calon pengunjung diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui akun Instagram resmi @aewragunan. Setelah terdaftar, tamu akan mendapatkan tur keliling serta edukasi langsung dari petugas KPKP Jakarta Selatan.

Ragam Aktivitas Seru di AEW Ragunan

Salah satu daya tarik utama di sini adalah kesempatan belajar memetik buah langsung dari pohonnya. Aktivitas ini tersedia saat tanaman memasuki musim panen, seperti buah melon yang biasanya siap dipetik pada bulan Oktober.

Jika ingin membawa pulang hasil panen tersebut, pengunjung cukup membayar Rp 40.000 per kilogram. Petugas akan memberikan instruksi khusus agar proses pemetikan tidak merusak tanaman.

Selain bercocok tanam, pengunjung dapat merasakan pengalaman memerah susu sapi secara langsung. Tersedia empat ekor sapi perah yang dirawat di area ini, dan pengunjung disarankan berkoordinasi dengan petugas KPKP untuk menyesuaikan jadwal perah pagi atau sore.

Edukasi teknologi pertanian juga tersedia melalui fasilitas container farming. Di dalam area ini, masyarakat bisa mengenal berbagai jenis tanaman pangan seperti selada, sawi putih, hingga buah stroberi yang dikelola secara modern.

Bagi yang tertarik dengan metode tanam tanpa tanah, tersedia rumah pertanian hidroponik. Pengunjung juga bisa melihat koleksi pohon buah konvensional mulai dari mangga, sawo, rambutan, hingga alpukat yang ditanam berdekatan.

Sebelum pulang, pengunjung diperbolehkan meminta bibit tanaman kepada petugas secara cuma-cuma. Petugas juga siap memberikan panduan mengenai cara menanam dan merawat bibit tersebut agar tumbuh subur di rumah.

Artikel terkait

Rekomendasi