Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua menyelenggarakan kegiatan Free Guided Tour bertajuk Oud Batavia en Omstreken: Then & Now di Jakarta Barat pada Selasa (7/4/2026). Dilansir dari Detik Travel, tur ini membedah sejarah transformasi arsitektur dan fungsi gedung perbankan peninggalan Belanda di kawasan tersebut.
Pemandu wisata Gilang Ramadhan menjelaskan bahwa perjalanan dimulai dari Museum Bank Indonesia yang dahulunya merupakan De Javasche Bank. Gedung yang didirikan sejak 1828 ini awalnya berlokasi di area Kali Besar sebelum berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Pintu Besar Utara.
"Gedung ini dibangun berangsur-angsur sejak 1903 hingga selesai sekitar 1920-an," kata Gilang Ramadhan, Pemandu Wisata.
Struktur bangunan yang megah sering kali membuat masyarakat keliru menganggapnya sebagai istana atau kantor pemerintahan. Museum ini baru resmi dibuka secara bertahap oleh Gubernur Bank Indonesia pada 2006 dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 sebagai pusat koleksi numismatik.
Tepat di seberangnya terdapat Museum Mandiri yang dahulunya merupakan gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorij. Bangunan yang berdiri sekitar tahun 1824 ini memiliki fungsi vital sebagai pusat administrasi ekspor-impor komoditas Hindia Belanda.
"Jadi di bagian atas ini kan gedungnya ada sekitar tiga lantai, nah di lantai paling atas tuh ada ruangan semacam gudang yang dulu digunakan untuk penyimpanan tebu atau sugar cane," kata Gilang Ramadhan, Pemandu Wisata.
Gedung tersebut saat ini masih menyimpan lift klasik peninggalan Belanda yang masih berfungsi. Berbeda dengan Museum BI, lokasi ini lebih menonjolkan sejarah perbankan komersial serta dokumentasi peristiwa krisis moneter 1998 yang menjadi latar belakang berdirinya Bank Mandiri.
Destinasi ketiga adalah gedung Nederlandsch-Indische Handelsbank (NIHB) yang terletak tidak jauh dari lokasi kedua museum. Meski dari luar terlihat seperti kantor perbankan pada umumnya, gedung ini memiliki elemen seni arsitektur yang tersembunyi di bagian interiornya.
"Ada kaca patri bermotif horoskop yang sangat indah. Ada 12 lambang zodiak mulai dari Sagitarius hingga Capricorn," ungkap Gilang Ramadhan, Pemandu Wisata.
Keindahan ornamen kaca patri berwarna ungu tersebut hanya dapat dilihat oleh pengunjung dari dalam ruangan. Saat ini, bangunan bersejarah NIHB tersebut tetap difungsikan secara aktif sebagai kantor cabang Bank Mandiri.