Ribuan wisatawan yang tengah mendaki Gunung Taishan di China menghadapi situasi sulit setelah cuaca ekstrem menerjang kawasan tersebut. Hujan deras dan angin kencang memaksa para pendaki mencari perlindungan di lokasi yang tidak terduga, yakni toilet umum.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/5/2026) malam waktu setempat ini memperlihatkan area wastafel di dalam toilet yang penuh sesak. Dilansir dari Detik Travel, para turis harus berhimpitan demi menghindari cuaca buruk di luar ruangan.
Laporan dari situs berita lokal Jimu News yang dikutip oleh VN Express menyebutkan bahwa keterbatasan fasilitas membuat pendaki tidak punya pilihan lain. Mereka terpaksa duduk, berdiri, bahkan ada yang mencoba beristirahat di lantai toilet sepanjang malam.
Video yang beredar di media sosial China menunjukkan kondisi memprihatinkan tersebut, terutama saat suhu udara merosot tajam bersamaan dengan turunnya hujan. Fasilitas berteduh yang tersedia dianggap tidak mampu menampung lonjakan pengunjung selama libur Hari Buruh.
Di tengah kondisi darurat ini, muncul keluhan terkait harga akomodasi yang melambung tinggi. Berdasarkan laporan Sina, para pendaki harus mengeluarkan biaya antara 60 hingga 100 yuan, atau setara Rp 135 ribu hingga Rp 225 ribu, hanya untuk sekadar beristirahat.
Bahkan, fasilitas penginapan berupa sleeping pod bergaya kapsul dipatok dengan harga mencapai 400 yuan atau sekitar Rp 900 ribu per malam. Pihak berwenang mengakui adanya kenaikan tajam jumlah pengunjung meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Otoritas setempat sebenarnya telah memberikan imbauan agar turis selalu memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan pendakian malam hari. Selain itu, calon pendaki diminta memastikan ketersediaan akomodasi terlebih dahulu guna menghindari kejadian serupa.
Insiden ini memicu perdebatan di jagat maya mengenai kesiapan infrastruktur di lokasi wisata saat memasuki periode puncak kunjungan (peak season). Libur Hari Buruh di China yang dimulai sejak 1 Mei tersebut berlangsung selama lima hari dan memicu mobilitas warga yang sangat tinggi.
Tingginya minat wisata domestik kali ini dipengaruhi oleh mahalnya harga bahan bakar avtur yang membuat banyak orang beralih ke perjalanan darat di dalam negeri. Gunung Taishan sendiri merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO di Provinsi Shandong yang memiliki nilai spiritual dan politik tinggi sejak 3.000 tahun lalu.