Sebanyak 145.064 wisatawan memadati berbagai destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus sejak Kamis (14/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026). Lonjakan kunjungan yang didominasi oleh kawasan pantai ini berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,7 miliar.
Angka perolehan retribusi tepatnya mencapai Rp 1.755.495.100,00, yang dipicu oleh tingginya arus kedatangan pelancong sejak hari pertama libur bersama. Berdasarkan data yang dihimpun, pergerakan kunjungan harian terpantau fluktuatif namun tetap konsisten di atas angka 30 ribu orang per hari.
Dilansir dari Detik Travel, rincian kedatangan pelancong mencatat sebanyak 41.959 orang datang pada hari Kamis (14/5/2026). Jumlah tersebut diikuti oleh 34.074 pergerakan wisatawan pada Jumat (15/5/2026), 36.886 pengunjung pada Sabtu (16/5/2026), serta ditutup dengan 32.135 orang pada Minggu (17/5/2026).
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo menjelaskan bahwa mayoritas objek wisata di wilayah tersebut berbasis pada potensi alam. Area pantai pun masih menempati posisi teratas sebagai destinasi yang paling diminati oleh masyarakat.
"Puncak kunjungan pada hari Kamis lalu," kata Eko saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (18/5/2026).
Pemerintah daerah setempat mengonfirmasi bahwa kontur geografis daerah didominasi oleh pegunungan, gua, dan pesisir laut. Karakteristik ini yang dinilai senantiasa menarik minat kunjungan massal saat momen libur nasional.
Peningkatan mutu layanan di lapangan juga terus diupayakan oleh jajaran otoritas pariwisata daerah. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah modernisasi sistem pembayaran di pintu masuk utama wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono menerangkan bahwa langkah pembenahan tersebut diwujudkan lewat kewajiban transaksi nontunai penuh di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron semenjak Selasa (12/5/2026).
"Kebijakan ini dibuat untuk menekan kebocoran serta memudahkan pengunjung bertransaksi," kata Hary.