Wisatawan Indonesia Mulai Minati Liburan Musim Gugur Luar Negeri

Wisatawan Indonesia Mulai Minati Liburan Musim Gugur Luar Negeri

Wisatawan global kini cenderung menghindari periode liburan puncak demi mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan eksklusif selama musim gugur 2026. Tren ini dipicu oleh keinginan masyarakat untuk merasakan suasana dengan tingkat kepadatan rendah di berbagai destinasi mancanegara.

Data industri yang dilansir dari Detik Travel menunjukkan bahwa sektor pariwisata sedang mengalami pergeseran orientasi. Para pelancong kini lebih memprioritaskan nilai pemenuhan diri dan cerita autentik di balik setiap perjalanan yang mereka lakukan.

General Manager of Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton memberikan penjelasan mengenai pergeseran perilaku wisatawan premium tersebut.

"Tren wisata saat ini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan self-fulfillment. Wisatawan ingin perjalanan yang memberikan cerita, pengalaman autentik, dan koneksi emosional," kata Ricky Hilton.

Studi The Intentional Traveler dari Marriott International memperkuat data tersebut dengan mencatat bahwa 93 persen wisatawan kaya di Asia Pasifik mengharapkan personalisasi dalam perjalanan mereka. Fokus utama beralih pada aspek kesejahteraan dan kedalaman pengalaman dibandingkan kemewahan konvensional semata.

Destinasi seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan Eropa menjadi target utama wisatawan asal Indonesia untuk menikmati udara sejuk serta fenomena alam musiman. Selain itu, wilayah Patagonia di Amerika Selatan muncul sebagai destinasi unggulan baru.

Ricky Hilton menegaskan bahwa aspek emosional kini menjadi faktor penentu utama dalam pemilihan tujuan wisata oleh masyarakat.

"Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan kini semakin mencari perjalanan yang tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga koneksi emosional dan pengalaman yang lebih personal di setiap perjalanan," ujar Ricky Hilton.

Patagonia menawarkan transformasi lanskap unik dengan perpaduan warna merah dan emas yang menyelimuti pegunungan serta danau glasial. Wilayah ini menjadi daya tarik bagi segmen pasar yang mencari lokasi yang nyaris tak tersentuh oleh masifnya industri pariwisata.

Agen perjalanan merespons minat ini dengan menghadirkan kampanye Autumn Fe55tival yang berlangsung hingga Minggu, 31 Mei 2026. Program ini menawarkan paket wisata ke Korea seharga Rp 7 jutaan serta potongan harga mulai dari Rp 5,5 juta hingga Rp 16,5 juta untuk keberangkatan periode Agustus-November 2026.

Dalam rangkaian menuju usia ke-55 tahun, penyedia jasa tur juga menyediakan eksplorasi mendalam ke Torres del Paine National Park dan Fitz Roy. Wisatawan dapat mengakses perjalanan eksklusif menuju Balmaceda Glacier dan menyusuri fjord di kawasan ujung selatan Amerika Selatan tersebut.

Ricky Hilton memprediksi bahwa permintaan terhadap perjalanan berkualitas tinggi akan terus mendominasi pasar wisata di masa depan.

"Ke depan, Golden Rama melihat tren wisata berbasis pengalaman, personifikasi, dan perjalanan berkualitas akan terus menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan wisatawan, terutama di segmen premium dan long-haul travel," kata Ricky Hilton.

Artikel terkait

Rekomendasi