Wisatawan Padati Curug Dayang Sumbi Subang Saat Libur Panjang

Wisatawan Padati Curug Dayang Sumbi Subang Saat Libur Panjang

Sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpantau ramai dikunjungi pelancong pada momen libur panjang, Kamis (14/5/2026). Destinasi air terjun alami Curug Dayang Sumbi di Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, menjadi salah satu titik favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga.

Objek wisata yang berada di kaki gunung ini menawarkan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk di tengah hutan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Travel, kawasan ini diminati karena kondisi lingkungannya yang dinilai bersih dan terjaga keindahannya.

Indri, salah seorang pelancong lokal yang berkunjung pada Kamis (14/5/2026) pagi, mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana di lokasi tersebut. Ia menilai area air terjun ini sangat representatif untuk aktivitas bersantai.

“Tempatnya sangat sejuk, indah dan bersih, jadi betah di sini. Lokasi Curug ini sangat pas untuk bersantai, makan bersama keluarga,” kata Indri, Wisatawan.

Sebagai penggemar petualangan, Indri menyebut Curug Dayang Sumbi memiliki keunggulan dibandingkan air terjun lain di Subang karena aksesnya yang mudah dijangkau. Ia juga menyoroti kondisi aliran air yang relatif aman untuk segala usia.

“Air terjunnya walaupun tidak begitu tinggi tapi indah banget, asyik untuk berenang baik untuk orang dewasa atau anak-anak bahkan untuk balita pun aman bisa berenang karena aliran air Curug ini sangat tenang tidak deras dan bening banget airnya seperti mata air,” katanya.

Wisatawan ini menambahkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menyegarkan pikiran di tengah rutinitas pekerjaan. Fasilitas berswafoto di tengah hutan juga menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

“Di sini kita bisa bersantai di tengah hutan perbukitan Ciater Subang dengan pemandangan indah, kita juga bisa berendam, dan berswafoto dengan spot-spot pemandangan yang sangat indah di kawasan Curug Dayang Sumbi,” tuturnya.

Selain air terjun, tersedia area perkemahan luas dengan latar perkebunan teh. Wisatawan diperbolehkan membawa peralatan sendiri maupun menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola di pinggiran sungai.

Ridwan, wisatawan asal Soreang, Bandung, memilih menginap di area perkemahan bersama keluarganya sejak sore sebelumnya. Ia mengaku mengeluarkan biaya sebesar Rp500.000 untuk menikmati fasilitas berkemah di kawasan perbukitan Ciater tersebut.

“Kemarin sore datang ke sini sengaja memilih camping hanya dengan biaya Rp500.000 bisa camping di sini bersama keluarga menikmati liburan di atas perbukitan Ciater sambil menikmati keindahan dan kesejukan Curug Dayang Sumbi,” ucap Ridwan, Wisatawan.

Ia menceritakan bahwa anak-anaknya sangat menikmati aktivitas berenang di air terjun pada pagi hari. Kejernihan air menjadi kompensasi yang menyenangkan di tengah kondisi cuaca panas yang dipicu fenomena El Nino Gojira.

“Anak-anak sangat senang berenang dan mandi di Curug Dayang Sumbi tadi pagi, airnya jernih, tempatnya sejuk adem di tengah cuaca panas dampak El Nino Gojira saat ini,” tuturnya.

Fasilitas rekreasi lain yang tersedia adalah wahana naik kuda untuk berkeliling kawasan. Ridwan merasa tenang membiarkan anak-anaknya mencoba wahana tersebut karena adanya pendampingan dari petugas.

“Kedua anak saya juga tadi sangat senang sekali bisa naik kuda keliling kawasan wisata, sambil menikmati keindahan alam kawasan perbukitan teh Ciater,” ungkapnya.

Keselamatan pengunjung menjadi prioritas pengelola, terutama untuk aktivitas yang melibatkan hewan. Pemandu akan mendampingi setiap pengunjung yang ingin berkuda guna mencegah insiden jatuh.

“Aman saat berkuda karena dipandu langsung oleh pemilik atau jokinya,” ucapnya.

Bagi pengunjung yang mencari tantangan, tersedia wahana ekstrem Canyoneering di Curug Sangkuriang dengan biaya Rp300.000 per orang. Olahraga ini melibatkan teknik menuruni air terjun setinggi 15 meter menggunakan tali dengan jaminan peralatan standar internasional dan asuransi.

Rindu Kusuma Dewi, wisatawan asal Bekasi, mengakui bahwa aktivitas menuruni tebing air terjun tersebut memberikan tekanan adrenalin yang luar biasa. Ia harus menguatkan nyali sebelum memutuskan untuk terjun.

“Haduh, ngeri banget wahana yang satu ini bikin jantung mau copot menegangkan banget, butuh nyali yang kuat sebelum mencoba wahana ini. Bayangkan kita turun di atas air terjun yang airnya sangat deras dan bebatuan sangat licin,” ucap Rindu Kusuma Dewi, Wisatawan.

Meski merasa tegang karena kondisi batuan yang licin, Rindu merasa puas setelah berhasil mencapai dasar air terjun. Baginya, derasnya aliran air di ketinggian 15 meter tersebut memberikan pengalaman yang berkesan.

“Ketinggian curug Sangkuriang ini sekitar 15 meter dengan kondisi air sangat deras asyik juga untuk menguji adrenalin kita,” katanya.

Ia merekomendasikan wahana ini kepada pengunjung lain yang datang ke Curug Dayang Sumbi agar liburan terasa lebih menantang. Baginya, mencoba Canyoneering adalah cara terbaik untuk membuat momen liburan menjadi tak terlupakan.

“Pokoknya seru banget, jadi untuk yang datang ke Curug Dayang Sumbi bisa coba wahana yang satu ini, biar liburan kita jadi berkesan ke sini,” katanya.

Rindu juga mengajak masyarakat yang belum pernah berkunjung untuk segera datang dan merasakan langsung sensasi keindahan alam di lokasi ini. Ia menekankan pentingnya mencoba uji adrenalin sebagai pelengkap kunjungan.

“Jadi untuk kalian yang belum datang ke lokasi wisata ini, silakan coba datang dan nikmati keindahan alamnya dan jangan lupa uji adrenalinmu dengan mencoba wahana Canyoneering,” ucapnya.

Area wisata ini telah dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari tempat parkir luas hingga warung yang menyediakan beragam menu kuliner. Fasilitas sanitasi seperti toilet, kamar mandi, dan ruang ganti pakaian juga tersedia untuk kenyamanan wisatawan.

Artikel terkait

Rekomendasi