Wisatawan Taman Nasional Yellowstone Hadapi Risiko Cedera akibat Dekati Bison

Wisatawan Taman Nasional Yellowstone Hadapi Risiko Cedera akibat Dekati Bison

Sejumlah wisatawan di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat, kedapatan melanggar panduan keselamatan dengan mendekati bison raksasa demi mengambil foto swafoto serta merekam video. Tindakan mengabaikan batas aman tersebut memicu risiko cedera serius karena hewan liar ini dapat bergerak sangat cepat saat merasa terancam.

Aksi nekat pengunjung direkam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @touronsofnationalparks, di mana seorang wanita terjatuh akibat tersandung saat mencoba berlari menjauh dari kejaran mamalia besar tersebut. Akibat tindakan berbahaya ini, kolom komentar media sosial langsung dipenuhi oleh tanggapan dari netizen yang mengkritik perilaku ceroboh sang wisatawan.

"Help me Ranger Obi Wan, you’re my only hope." tulis salah satu netizen seperti dilansir dari Fox News.

Komentar lain dari warganet menyoroti kemampuan bertahan hidup pengunjung tersebut yang dianggap sangat minim.

"Survival skills of a French fry." tambah netizen lain.

Sementara itu, sebagian warganet menilai bahwa hewan liar tersebut bahkan ikut merasa heran dengan tindakan manusia di dekatnya.

"Even the buffalo is confused." tulis netizen ketiga.

Berdasarkan panduan resmi dari otoritas Taman Nasional Yellowstone, setiap pengunjung diwajibkan untuk menjaga jarak minimal sekurang-kurangnya 25 yard atau sekitar 23 meter dari posisi bison. Aturan ketat ini diberlakukan demi melindungi ekosistem sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan fatal antara manusia dan satwa liar.

Data dari pihak pengelola taman menunjukkan bahwa bison merupakan mamalia darat terbesar di Amerika Utara dengan bobot pejantan mencapai 2.000 pon dan tinggi sekitar 6 kaki. Meskipun sering terlihat tenang, hewan purba ini tercatat paling banyak menyebabkan cedera pada pengunjung di Yellowstone dibandingkan dengan jenis satwa lainnya karena mampu berlari tiga kali lebih cepat dari kecepatan lari manusia.

Selain risiko keselamatan fisik, pelanggaran terhadap regulasi satwa liar di kawasan konservasi juga berkonsekuensi pada jerat hukum pidana. Sebagai contoh kasus historis pada tahun 2023, media KRTV melaporkan seorang pria dijatuhi hukuman denda lebih dari 1.000 dolar AS disertai kerja sosial setelah terbukti mendekati seekor anak bison di tepi sungai yang berujung pada disuntik matinya hewan tersebut demi keselamatan publik.

Artikel terkait

Rekomendasi