Xiaozhai Tiankeng Menjadi Sinkhole Terdalam di Dunia

Xiaozhai Tiankeng Menjadi Sinkhole Terdalam di Dunia

Xiaozhai Tiankeng yang terletak di Kota Administratif Chongqing, China, memegang rekor sebagai sinkhole terdalam di dunia dengan pemandangan tebing curam yang mengarah ke jurang gelap tertutup kabut.

Dilansir dari Detik iNET, formasi alam ini memiliki kedalaman mencapai 626 meter dan lebar 527 meter, yang secara ukuran jauh melampaui ketinggian Menara Eiffel di Paris.

Lubang raksasa ini memiliki volume sekitar 120.000.000 meter kubik, sebuah kapasitas yang setara dengan daya tampung 40.000 kolam renang standar Olimpiade.

Nama Xiaozhai diambil dari desa lokal yang kini telah ditinggalkan, sementara istilah Tiankeng dalam bahasa setempat berarti Lubang Surgawi yang merujuk pada fenomena sinkhole.

Struktur masif ini terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung selama puluhan ribu tahun akibat kombinasi kekuatan dari atas dan bawah tanah secara berkelanjutan.

Air hujan yang meresap ke dalam batu gamping keropos memicu erosi pada bagian permukaan, sementara aliran sungai bawah tanah yang deras melubangi jaringan gua di bawahnya.

Xiaozhai Tiankeng memiliki karakteristik unik berupa struktur ganda yang menunjukkan bahwa runtuhnya permukaan tanah tersebut kemungkinan terjadi dalam dua peristiwa besar yang terpisah.

Ekosistem Purba dan Adaptasi Tanaman

Di dasar jurang yang dalam tersebut, telah terbentuk ekosistem subtropis mandiri dengan iklim mikro yang cenderung sejuk serta memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi.

Penelitian mencatat ada lebih dari 1.200 spesies tanaman yang tumbuh di dalamnya, termasuk flora purba seperti pohon Ginkgo, berbagai jenis pakis, hingga lumut langka.

Kawasan ini juga menjadi habitat bagi fauna eksotis, di mana macan dahan yang merupakan spesies langka pernah teridentifikasi berada di dalam lingkungan terisolasi ini.

Sebuah studi tahun 2024 dalam Chinese Journal of Plant Ecology mengungkapkan bahwa vegetasi di dasar sinkhole melakukan adaptasi ekstrem untuk bertahan hidup di lingkungan minim cahaya.

Tanaman di dalam Xiaozhai Tiankeng memiliki kandungan karbon yang lebih rendah dibandingkan tanaman di permukaan, namun kaya akan elemen penting seperti nitrogen dan fosfor.

Keunikan flora dan fauna yang mendiami lokasi ini dinilai sebagai aset yang sangat berharga secara ilmiah di samping struktur fisik geologinya yang sangat mengesankan.

Artikel terkait

Rekomendasi