Pabrikan Yamaha dilaporkan menghadapi tantangan besar dalam transisi teknologi mesin V4 untuk kompetisi MotoGP musim 2026 yang mengakibatkan keterlambatan proses pengembangan. Masalah fundamental pada unit mesin baru tersebut disinyalir menjadi penyebab utama merosotnya performa tim pada awal musim balap kali ini.
Direktur Tim Yamaha, Massimo Meregalli, memberikan pernyataan resmi mengenai kesulitan yang sedang dialami internal tim dalam mengadaptasi mesin baru tersebut. Penurunan performa terlihat sangat signifikan jika dibandingkan dengan capaian tim pada periode yang sama tahun lalu di ajang balap motor paling bergengsi ini.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Oto, tim berlogo garpu tala tersebut hanya mampu mengumpulkan 14 poin dalam empat seri pembuka musim ini. Angka tersebut turun drastis dibandingkan pencapaian musim lalu yang berhasil membukukan 42 poin dalam jumlah seri yang sama.
"Sayangnya, kami menghadapi jalan yang mungkin tidak kami duga sebelumnya, yang mana hal ini sedikit memperlambat proses pengembangan kami," ungkap Meregalli, Direktur Tim Yamaha.
Hambatan pada proyek mesin ini memicu kekhawatiran mengenai masa depan pembalap utama mereka, Fabio Quartararo. Sang bintang dirumorkan tengah mempertimbangkan untuk pindah ke tim Honda akibat lambatnya kemajuan teknologi yang diharapkan menjadi solusi kompetitif bagi Yamaha.
"Kami sadar bagian pertama musim ini bakal sangat berat. Tapi kami percaya di bagian kedua nanti, hasil yang berbeda bakal mulai kelihatan," ujar Meregalli, Direktur Tim Yamaha.
Kondisi ini menempatkan Yamaha dalam posisi yang tertinggal jauh dari kompetitor utama seperti Ducati dan Aprilia yang telah memiliki paket mesin V4 yang matang. Manajemen Yamaha kini berfokus pada perbaikan teknis guna mengejar ketertinggalan di sisa musim kompetisi MotoGP.