Yamaha Nmax Turbo resmi meluncur dengan menawarkan empat pilihan varian kepada konsumen, yaitu Neo, Neo S, Turbo, dan Turbo Tech Max. Berdasarkan laporan dari Detik Oto, pembaruan signifikan disematkan pada skuter matik bongsor ini.
Teknologi Yamaha Electric CVT (YECVT) menjadi menu utama yang disematkan pada tipe tertinggi. Sistem transmisi elektronik ini menggantikan mekanisme CVT konvensional dan tidak lagi mengandalkan komponen roller.
Namun, teknologi YECVT tersebut bersifat eksklusif. Komponen mutakhir ini hanya tersedia untuk varian Turbo dan Turbo Tech Max saja.
Sektor dapur pacu kendaraan ini mengadopsi teknologi Blue Core, VVA, dengan konfigurasi 4 Valve SOHC. Spesifikasi performa yang dihasilkan diklaim serupa dengan milik Lexi LX 155.
Mesin anyar tersebut mampu menyemburkan tenaga sebesar 11,3 kW pada putaran 8.000 rpm. Sementara itu, torsi puncak yang dihasilkan mampu mencapai angka 14,2 Nm pada 6.500 rpm.
Catatan performa ini menunjukkan sedikit perubahan jika dibandingkan dengan model terdahulu. Generasi sebelumnya memproduksi tenaga 11,3 kW pada 8.000 rpm, namun dengan torsi 13,9 Nm pada 6.500 rpm.
Melalui perbandingan data teknis tersebut, terlihat adanya peningkatan performa pada model baru ini. Torsi pada Nmax generasi ketiga ini mengalami kenaikan sebesar 0,3 Nm.
Fitur Mode Berkendara
Kehadiran sistem YECVT berperan besar dalam mengoptimalkan kinerja mesin baru. Teknologi ini menjadi fondasi utama bagi pengoperasian fitur-fitur canggih lainnya.
Integrasi sistem transmisi baru tersebut memungkinkannya memiliki fitur Riding Mode. Fitur ini menyediakan dua opsi karakter berkendara bagi pemiliknya.
Pilihan pertama adalah T-Mode atau Town Commuting yang dirancang untuk mobilitas harian. Opsi kedua berupa S-Mode atau Sport Touring untuk performa yang lebih responsif.
Pengendara dapat mengubah opsi tersebut secara praktis saat di jalan. Penyetelan mode berkendara dapat dilakukan melalui tombol khusus yang terletak pada bagian depan stang kemudi sebelah kiri.