Pasar skutik bongsor yang selama ini dikuasai oleh pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha kini menghadapi tantangan baru. Kehadiran Zontes 150X membawa standar baru melalui penggunaan material kelas atas dan bobot yang sangat ringan.
Dilansir dari Suara, motor ini melakukan terobosan besar dengan memangkas bobot kotor hingga tersisa 108 kg saja. Angka ini jauh di bawah rata-rata skutik sekelasnya di pasaran yang biasanya memiliki berat di atas 130 kg.
Rahasia keringanan tersebut terletak pada penggunaan sasis paduan aluminium utuh yang biasanya hanya ditemukan pada motor sport premium atau moge. Langkah ini sekaligus meninggalkan penggunaan rangka pipa baja konvensional maupun rangka eSAF.
Zontes 150X mengandalkan mesin berkapasitas 149,5cc dengan konfigurasi empat katup dan sistem pendingin cairan. Dapur pacu ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 17,7 HP dan torsi puncak mencapai 15,5 Nm.
Meski secara angka terlihat kompetitif, keunggulan utama motor ini terletak pada Power-to-Weight Ratio yang sangat superior. Bobot yang ringan memungkinkan akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 80 km/jam terasa lebih responsif dan instan.
Ketangguhan mesin didukung oleh penggunaan piston tempa dan pelapisan bahan keramik pada dinding silinder untuk meminimalisir gesekan. Selain itu, mesin ini telah memenuhi standar emisi Euro 5+ yang lebih ramah lingkungan.
Fitur Canggih dan Keamanan Maksimal
Sektor fitur menjadi senjata utama Zontes 150X untuk mengungguli para pesaingnya. Salah satu fitur yang jarang ada di kelasnya adalah kaca pelindung angin atau windshield yang dapat diatur ketinggiannya secara elektrik.
Sistem pencahayaan motor ini menggunakan empat proyektor LED dengan desain DRL agresif berbentuk huruf X. Di bagian kokpit, tersedia layar TFT penuh warna yang mendukung konektivitas ponsel pintar dan navigasi arah secara langsung.
Untuk aspek keselamatan, terpasang rem cakram ganda yang dilengkapi sistem ABS dua kanal serta sensor pemantau tekanan ban. Zontes juga menyematkan teknologi kunci pintar atau keyless dengan sistem sensor cadangan.
Sistem keamanan ini memungkinkan mesin tetap dapat dihidupkan meskipun baterai remote habis di tengah perjalanan. Pengendara cukup mendekatkan remote ke area sensor untuk mengaktifkan kembali fungsi mesin motor.