AAJI Bayar Klaim Asuransi Jiwa Rp 38,73 Triliun Kuartal I-2026

AAJI Bayar Klaim Asuransi Jiwa Rp 38,73 Triliun Kuartal I-2026

Industri asuransi jiwa di Indonesia membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 38,73 triliun pada kuartal I-2026. Data pembayaran yang mengalami kenaikan sebesar 1,5 persen secara tahunan ini dirilis oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta pada Selasa (2/6/2026).

Pertumbuhan realisasi pembayaran dana tersebut ditopang kuat oleh lonjakan tajam pada klaim akhir kontrak. Dilansir dari Keuangan, kategori klaim ini mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 112 persen secara tahunan dengan nilai total mencapai Rp 10,45 triliun.

Sebaliknya, penurunan drastis terjadi pada nilai penyerahan polis atau klaim surrender sebesar 30,4 persen menjadi Rp 13,37 triliun. Di sisi lain, aktivitas penarikan sebagian dana atau partial withdrawal mengalami peningkatan sebesar 10 persen menjadi Rp 4,04 triliun.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen memaparkan bahwa peningkatan pembayaran klaim ini menggambarkan komitmen penuh pelaku industri di tengah situasi ekonomi saat ini.

“Bagi kami, ini merupakan bukti nyata bahwa industri asuransi jiwa hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata Wianto Chen, Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI.

Penyelesaian masa perlindungan para pemegang polis menjadi alasan utama di balik meroketnya pemenuhan manfaat akhir kontrak kerja sama asuransi tersebut. Fleksibilitas produk juga dinilai tetap terjaga melalui opsi penarikan dana sebagian.

“Kenaikan tersebut menunjukkan produk asuransi jiwa tetap memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang membutuhkan dana darurat tanpa harus menghentikan perlindungan polisnya,” tutur Wianto Chen, Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI.

Berdasarkan sektor peruntukan, kelompok klaim kesehatan membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,3 persen secara tahunan hingga menyentuh angka Rp 6,72 triliun. Sementara itu, pemenuhan klaim untuk kasus meninggal dunia terdata sebesar Rp 2,83 triliun, dan kategori klaim lainnya menyerap dana sebesar Rp 1,32 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi