AAJI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Program InsureTell

AAJI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Program InsureTell

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan program "InsureTell: Storytelling" di TK AL-Hurriyah Terogong, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan sejak dini sekaligus membangun budaya membaca pada generasi mendatang melalui pendekatan cerita yang interaktif.

Dilansir dari Money, kegiatan ini merupakan bagian dari Literasi Publik AAJI Library di bawah naungan Center of Excellence (CoE) AAJI. Program tersebut bekerja sama dengan PT Chubb Life Insurance Indonesia dengan menghadirkan donasi buku serta pembangunan pojok literasi di lingkungan sekolah.

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI Freddy Thamrin menjelaskan bahwa metode bercerita digunakan agar materi mudah dicerna. Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkenalkan konsep kehidupan dasar kepada anak-anak tanpa menggunakan istilah teknis yang membebani mereka.

"AAJI sangat mengapresiasi kerja sama dan minat para siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan ini," ujar Freddy Thamrin, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI.

Pihak asosiasi menilai keberadaan perpustakaan fisik sangat strategis di tengah pesatnya teknologi digital yang mengurangi interaksi anak dengan buku. Melalui sesi interaktif yang dipandu pendongeng Palupi Mutiasih, siswa diperkenalkan pada nilai perencanaan, perlindungan, dan tanggung jawab.

"Mengusung konsep storytelling yang ringan, memungkinkan anak memahami konsep dasar kehidupan secara intuitif tanpa harus berhadapan dengan istilah-istilah teknis yang kompleks," lanjut Freddy Thamrin, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI.

Upaya edukasi ini juga diselaraskan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). AAJI menargetkan pembentukan persepsi positif masyarakat terhadap industri asuransi sebagai sektor yang humanis dan peduli pada pengembangan masa depan.

"Khusus untuk anak-anak TK, kami mengenalkan pentingnya menabung melalui cara yang menyenangkan, seperti dongeng," demikian keterangan dalam siaran pers AAJI.

Selain program edukasi, pihak asosiasi menekankan pentingnya menanamkan minat baca pada anak-anak sejak usia sekolah dasar atau taman kanak-kanak. Hal ini menjadi fondasi bagi pembentukan karakter dan kecakapan finansial yang berkelanjutan bagi individu.

"Bersama AAJI dan AAJI Library, kami juga ingin menanamkan pentingnya budaya membaca pada anak sejak dini," lanjut keterangan dalam siaran pers AAJI.

Penguatan literasi ini berjalan beriringan dengan capaian positif industri asuransi jiwa nasional. Berdasarkan data AAJI, total pendapatan industri pada tahun 2025 mencapai Rp 238,71 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,3 persen secara tahunan.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh performa hasil investasi. Meskipun ada penurunan tipis pada pendapatan premi sebesar 1,8 persen, jumlah tertanggung justru meningkat 8,6 persen menjadi 168,03 juta orang.

"Meskipun total pendapatan premi mengalami penurunan tipis sebesar 1,8 persen secara tahunan, kondisi tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih pola pembayaran premi," ujar Albertus Wiroyo, Ketua Dewan Pengurus AAJI.

Dari sisi operasional, industri tercatat telah menyalurkan dana dalam jumlah besar untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah. Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM AAJI Handojo Gunawan Kusuma merinci total pembayaran klaim selama setahun penuh.

"Sepanjang tahun 2025, industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp 146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat," ujar Handojo Gunawan Kusuma, Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM AAJI.

Handojo menambahkan bahwa klaim kesehatan mengalami kenaikan 9,1 persen menjadi Rp 26,74 triliun. Transformasi industri pada 2026 akan difokuskan pada pengelolaan klaim kesehatan melalui implementasi regulasi terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan.

"Aturan tersebut diharapkan membuat pengelolaan klaim kesehatan lebih terkendali sekaligus meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis," kata Handojo Gunawan Kusuma, Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM AAJI.

Kinerja investasi industri asuransi jiwa juga menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 103,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total investasi hingga akhir 2025 tercatat berada pada angka Rp 590,54 triliun yang mendukung ketahanan finansial perusahaan asuransi.

"Dengan karakteristik investasi jangka panjang yang dimiliki industri asuransi jiwa, kondisi tersebut turut mendukung penguatan kinerja investasi sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis," ujar Harsya Wardhana Prasetyo, Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI.

Artikel terkait

Rekomendasi