Airlangga Hartarto Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Airlangga Hartarto Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah asumsi bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penegasan tersebut disampaikan Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5/2026).

Pelemahan indeks saham domestik tersebut dinilai terjadi akibat pengaruh sentimen global. Faktor utama yang memicunya adalah adanya langkah rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), meskipun IHSG terpantau sudah kembali bergerak ke zona hijau pada perdagangan Jumat pagi.

"IHSG hari ini hijau. Sebetulnya IHSG itu kan kemarin ada apa indeks daripada emiten yang keluar dari apa namanya lembaga rating. Nah, tentu koreksi itu suatu hal yang wajar. Ada koreksi di market," ujar Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Kebijakan pembentukan badan pengelola ekspor komoditas strategis yang pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto ini diklaim telah disosialisasikan kepada para pelaku usaha. Airlangga memastikan bahwa kalangan pengusaha domestik maupun internasional memberikan respons positif terhadap langkah pemerintah tersebut.

"Hampir dari seluruh asosiasi baik dalam maupun luar negeri mereka mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan mereka siap untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk oleh pemerintah," imbuh Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, fluktuasi tajam melanda pasar saham dalam beberapa hari terakhir. IHSG terkoreksi 0,82 persen ke posisi 6.318,50 pada penutupan hari Rabu (20/5/2026), bahkan sempat merosot hingga lebih dari 2 persen saat Presiden Prabowo menyampaikan pidato mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).

Tekanan terhadap indeks saham berlanjut pada perdagangan Kamis (21/5/2026) dengan penurunan sebesar 3,54 persen atau berkurang 233 poin ke level 6.094. Namun, situasi pasar saham mengalami pembalikan arah pada penutupan perdagangan Jumat dengan menguat sekitar 1,1 persen ke kisaran level 6.100.

Artikel terkait

Rekomendasi